Berita Balikpapan Terkini
Lagi, Pegadaian Raih Penghargaan PR Award
PT Pegadaian (Persero) kembali meraih penghargaan di ajang Iconomics Corporate Branding PR Award 2021
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- PT Pegadaian (Persero) kembali meraih penghargaan di ajang Iconomics Corporate Branding PR Award 2021, atas kepiawaian perusahaan dalam melakukan branding korporasi sepanjang tahun 2020, Sabtu (25/4/21).
Penghargaan diserahkan oleh Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro tersebut dan diterima Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan.
Dalam sambutan saat penyerahan penghargaan, Damar mengatakan bahwa, atas nama manajemen dan seluruh Insan Pegadaian mengucapkan terima kasih kepada Iconomics atas penghargaan yang diberikan.
Baca Juga: Pegadaian Permudah Masyarakat untuk Berbagi Hadiah Perhiasan Emas
Baca Juga: Update Harga Emas Antam & UBS di Pegadaian Minggu 18 April 2021, Naik Rp 1.000 Per Gram, Ini Rincian
“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Kami yakin penghargaan ini semakin memotivasi seluruh Insan Pegadaian untuk terus berkontribusi terutama dalam mem-branding Pegadaian sebagai solusi keuangan terbaik bagi masyarakat.
Ini sejalan dengan visi perusahaan Menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan sebagai Agen Inklusi Keuangan Pilihan Utama Masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Pegadaian Bagi Hadiah Total Rp 3 Miliar Lewat Program Badai Emas
Baca Juga: Pegadaian Bagi Hadiah Total 3 Miliar Lewat Program Badai Emas
Lebih lanjut Damar mengatakan bahwa sejak pertengahan tahun 2020 Pegadaian gencar melakukan rebranding di semua lini, termasuk dilakukan standardisasi outlet secara bertahap di 4.000 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ia pun mengatakan, bahwa 22 April 2021 lalu telah dilaksanakan ground breaking Pegadaian Tower yang berlokasi di kantor pusat Pegadaian.
Damar berharap segala upaya yang dilakukan semakin meningkatkan citra korporasi.
Sementara itu CEO & Founder Iconomics Bram S. Putro mengatakan, dalam situasi yang menantang saat ini semua orang maupun institusi harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Kebiasaan baru itu akan memengaruhi pola pendekatan yang dilakukan oleh para praktisi PR.