Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

Inilah 2 Kelompok Varian dan Mutasi Penyebab Naiknya Kasus Covid-19 di India

Kasus Covid-19 di negara India meningkat secara signifikan, jumlah pasien pengidap virus Corona di beberapa rumah sakit yang ada di India.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
@youtube official tribun kaltim
200.000 Orang Terinfeksi Covid-19 Dalam 1 Hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kasus Covid-19 di negara India meningkat secara signifikan, jumlah pasien pengidap virus Corona di beberapa rumah sakit yang ada di India naik secara drastis.

Banyak yang menilai, warga masyarakat di India lepas kontrol, mengabaikan protokol kesehatan.

Inilah 2 Kelompok Varian dan Mutasi Penyebab Naiknya Kasus Covid-19 di India.

Dijelaskan oleh Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Tjandra Yoga Aditama menyebut, perkembangan mutasi virus COVID-19 di India dan dunia membuat semua pihak harus waspada.

Ia menuturkan, varian dan mutasi baru merupakan salah satu dari lima analisa kemungkinan naiknya kasus di India sekarang ini.

"Untuk mutasi ini, ada dua kelompok besar di India," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga: Ditemukan WNA India di Samarinda Positif Covid-19, Pintu Masuk Pelabuhan di Balikpapan Diperketat

Baca Juga: Akibat Covid-19, Dua Warga India Jalani Isolasi di Kapal dan 4 Orang di Pusat Karantina Samarinda

Pertama, India memang sudah melaporkan adanya jenis “Variant of Concern” (VOC) yang sudah dikenal luas, yaitu:

1. B.1.1.7 yang pertama kali di deteksi di Inggris pada 20 September 2020 dan kini sudah ada di 130 negara di dunia termasuk Indonesia.

2. B.1.351 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada awal Agustus 2020 dan sekarang sudah ada di lebih dari 80 negara dan dilaporkan mungkin mempengaruhi efikasi vaksin, termasuk Astra Zeneca yang digunakan di negara Indonesia.

3. P 1 atau B.1.1.28.1 yang awalnya dilaporkan di Brazil dan Jepang yang kemudian sudah menyebar ke sekitar 50 negara didunia.

"Ketiga jenis VOC ini tentu mungkin jadi salah satu penyebab kenaikan kasus di India," ungkap Mantan Direktur WHO SEARO Asia Tenggara ini

Sementara jenis mutasi ke dua, yang dilaporkan dari India, yang bahkan disebut “double mutant” B.1617 dan belakangan malah juga ada “triple mutant” yaitu B.1618.

Baca Juga: TERUNGKAP Ada 6 WNA Asal India Positif Covid-19 di Samarinda, Begini Kronologinya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved