Berita Pemkab Mahakam Ulu
Pemkab Kaji Rencana Investasi PT SUN di Mahulu Terkait Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PT Surya Utama Nuansa (SUN) Energy, perusahaan bidang energi kelistrikan berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mahakam Ulu
Penulis: Febriawan | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - PT Surya Utama Nuansa (SUN) Energy, perusahaan bidang energi kelistrikan berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mahakam Ulu (Mahulu).
Saat ini, Pemkab Mahulu masih mendalami terkait rencana kerja sama tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mahulu Stephanus Madang mengungkapkan, pada dasarnya Pemkab Mahulu sangat mendukung tawaran kerja sama ini.
Apalagi, sesuai penjelasan pihak PT SUN, investasi untuk pembangunan ini sepenuhnya nanti dari perusahaan.
"Ini merupakan energi alternatif. Ini juga relevan dengan program kita dalam upaya melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat. Utamanya di wilayah yang belum bisa dijangkau jaringan listrik PLN," kata Stephanus.
Baca juga: Pemkab Mahulu Dukung Kebijakan Larangan Mudik, Tunggu Keputusan dari Pemprov Kaltim
Menindaklanjuti rencana tersebut, pemkab saat ini tengah melakukan pendalaman serta melakukan hal-hal teknis maupun administrasinya. Termasuk bentuk kerja samanya.
"Semua ada regulasi, prosedur dan ketentuan-ketentuannya. Ini yang sekarang sedang kita dalami. Sementara masih penjajakan dulu. Namun pada dasarnya kita sangat mendukung. Karena ini untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Sekda mengakui, masih banyak wilayah di Mahulu yang belum terlayani listrik.
Baca juga: Menuju Mahulu Mandiri Pangan, Pemerintah Berikan Stimulan ke Petani
Untuk itu, rencana pembangunan PLTS ini sangat bagus. Sesuai penawaran perusahaan, kata dia, sistem kerjasama nanti investasi sepenuhnya dari PT SUN. Bahkan hingga maintenance (perawatan).
"Selama ini biasanya dibangun, tapi perawatan kurang, sehingga kebanyakan mangkrak. Dan ini beda. Nanti akan dikawal hingga perawatan, penyiapan SDM dan lainnya. Bahkan kontraknya nanti 25 tahun masih dikelola oleh perusahaan. Dengan bekerjasama, baik dengan Perusda maupun BUMDes," urainya.
(adv/naw/ HMS)