Ramadhan 2021
Gelar Safari Ramadhan, Walikota Rizal Effendi Umumkan Salat Ied Hanya Digelar di Masjid dan Musala
Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Safari Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Madhinatul Iman, Balikpapan Islamic Centre.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Safari Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Madhinatul Iman, Balikpapan Islamic Centre.
Kegiatan ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada malam ke-17 bulan Ramadhan.
Pemerintah kota secara simbolis juga menyerahkan sejumlah suvenir kepada pengurus masjid Mahdinatul Iman, di antaranya 1 unit vacum cleaner, 15 buah Al Quran serta 15 perangkat alat shalat yang diharapkan dapat bermanfaat.
Dalam sambutannya, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengumumkan pelaksanaan salat Ied hanya akan dilaksanakan di masjid dan musala.
"Kita putuskan salat Idul Fitri hanya di masjid dan musala," ujarnya, Rabu (28/4/2021).
Baca juga: Kaji Pelaksanaan Sholat Ied di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi Singgung Tiga Alternatif
Hal tersebut disampaikan Rizal Effendi usai mengikuti rapat dengan 500 kepala daerah di seluruh Indonesia bersama Presiden Joko Widodo.
Presiden dalam rapat tersebut berulangkali mengingatkan agar setiap daerah waspada terkait melonjaknya Covid-19.
Sehingga masing-masing daerah pun diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi mencegah penularan Virus Corona.
“Pesan Presiden, lebih 10 kali menyatakan, hati-hati dengan kejadian di India," katanya.
Selain itu, masjid juga diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Baca juga: Walikota Rizal Effendi Jelaskan Aturan Baru Larangan Mudik, Hasil PCR dan Antigen Berlaku Satu Hari
Sebab, Pemkot Balikpapan akan lebih mengutamakan pencegahan ketimbang harus mengobati.
“Kita diminta betul masjid menjalankan prokes. Presiden mengambil prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.
Jika kemudian ada protes dari masyarakat, Rizal Effendi menyatakan, peristiwa di India akan menjadi pelajaran berharga.
Karena melonjaknya kasus di India akibat ada kelonggaran di masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Rahmad Taufiq