Abrasi Sungai di Samarinda
Abrasi di Bawah Jembatan Mahkota Dua Samarinda, PT Nindya Karya Targetkan Pengerjaan 2 Minggu
Pascalongsor di bawah kolong Jembatan Mahkota Dua, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada proyek Instalasi Pengolahan Air
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
"Ketika desain itu jadi kami akan segera putuskan dan kami akan segera laksanakan pengerjaan itu," jelas Rensi.
Ditanya bahwa penangangan longsor diserahkan sepenuhnya ke PT Nindya Karya (Persero), Rensi, mengatakan.
Bahwa jika pengerjaan tidak sepenuhnya dilakukan pihaknya, tetapi kolaborasi bersama banyak pihak.
"Tidak juga (sepenuhnya kami) karena ini kerja bersama, jadi begitu. Dari kami, owner kami, kemudian dari pihak jembatan memang kami kolaborasi semuanya," sebutnya.
Baca Juga: Pencarian Hari Kedua Korban Abrasi Dekat Jembatan Mahkota 2 Samarinda, Tim SAR Sisir Satu Kilometer
Menyinggung target pengerjaan penanganan pascalongsor serta metode apa yang akan dipakai pihaknya.
Dia pun menjawab dalam minggu-minggu ini berharap sudah mendapat desain.
Tadi ada beberapa analisa juga, jadi mungkin 2 minggu sudah bisa dimulai.
"Untuk metodenya seperti apa masih kami bahas, masih banyak masukan yang perlu kami pertimbangkan, dengan desain dan kondisi yang sekarang," pungkasnya.
Penimbunan Nihil Koordinasi
Berita sebelumnya. Pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol di pinggir sungai dekat kawasan Jembatan Mahkota Dua tiada berizin.
Proyek itu juga dikatakan mengerjakan penimbunan tanah urug di sekitar area kerja persis di bawah Jembatan Mahkota Dua.
Keberadaan kawasan itu ada di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yang kemudian mengalami abrasi.
Baca Juga: Abrasi Sungai Dekat Jembatan Mahkota Dua, DLH Samarinda Telusuri Izin Lingkungannya
Baca Juga: BREAKING NEWS Tepi Sungai Bawah Jembatan Mahkota 2 Samarinda Abrasi, Satu Orang Tenggelam dan Hilang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/minggu-25-mei.jpg)