Berita Tarakan Terkini
Peringatan Hari PMI Sedunia di Tarakan, Beri Sembako ke Penggali Kubur dan Marbot Masjid
Momen Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 2021 yang jatuh 8 Mei hari ini turut diperingati Palang Merah Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Momen Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 2021 yang jatuh 8 Mei hari ini turut diperingati Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan.
Salah satu rangkaian acaranya pada Sabtu (8/5/2021) hari ini, PMI Kota Tarakan membagikan 50 paket sembako kepada 50 warga Kota Tarakan yang berprofesi sebagai penggali kubur.
Dikatakan PLT PMI Kota Tarakan, Hamid Amren yang baru saja ditunjuk pada menggantikan almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas.
Sebelumnya PMI sudah membagikan sekitar 50 paket sembako yang dikemas dalam bentuk parcel untuk marbut masjid.
Baca Juga: Cara Donasi di Dompet Peduli Kemanusian PMI Tarakan, Bantu Korban Terdampak Wabah Covid-19
Jadi memang dalam rangka memperingati Hari PMI Internasional hari ini, tema kita, 'Satu Hari Satu Kebaikan'. Kita ingin menyentuh yang kurang tersentuh.
"Sehingga kita prioritas kepada penggali kubur," ungkap Hamid Amren di Tarakan, Kalimantan Utara.
Ia melanjutkan, karena pandemi, 50 orang yang diundang tidak datang serentak. Mereka harus mengikuti protap selama masa pandemi Covid-19.
"Kami mengundang penggali kubur secara bergelombang. Tidak sekaligus datang karena kondisi pandemi. Mereka harus melalui protapnya," urai Hamid Amren.
Baca Juga: Pemkot Tarakan Serahkan Bantuan Tong Komposer Kepada Relawan PMI Tarakan
Selain diperiksa kesehatan, PMI juga menyediakan layanan konseling. Kemudian bagi mereka yang butuh pengobatan, akan diberikan pengobatan.
"Setelah itu, kemudian diberikan parcel sembako. Mudahan bisa dimanfaatkan," urai pria yang saat ini juga menjabat sebagai Sekkot Tarakan.
Lebih lanjut Hamid mengatakan, sebenarnya sudah ada sekitar 1.200 paketan parcel yang didistribusikan selama masa pandemi Covid-19.
Itu dimulai sejak awal masuk ke Tarakan. PMI bersama relawannya sigap memberikan bantuan dan mendistribusikan ke wilayah terdampak.
Baca Juga: Cegah Wabah Covid-19, PMI Tarakan Terima Permintaan Penyemprotan Disinfektan
"Sasaran kita yang terkonfirmasi Covid-19, kemudian orang tidak mampu, dan bertahap dari marbot lalu penggali kubur. Selanjutnya nanti dipikirkan lagi," bebernya.
Amrin, Sekretaris PMI Provinsi Kaltara membeberkan, momen Hari Lahir PMI Internasional ini, juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
Seluruh penggali kubur yang hadir diberi kesempatan memeriksan kondisi kesehatan dirinya.
"Nanti diperiksakan apa yang dikeluhkan," ungkap Amrin.
Baca Juga: Buka Dompet Peduli Kemanusiaan, PMI Tarakan Terima 500 Paket Sembako
Selain itu momen tersebut juga diisi dengan kegiatan Bincang Santai Bersama ( Bisa) PMI. Dimana BISA PMI mengangkat tema "Satu Hari Satu Kebaikan".
"Ada tiga narsum relawan ujung tombak pelayanan masa tanggap darurat yang berbagi ceritanya," ungkap Amrin lagi.
Kepala Unit Donor Darah PMI Tarakan, dr. Edy Samudro mengatakan, selama Ramadan permintaan tinggi.
PMI dalam hal ini maksimal berupaya melakukan kegiatan mobile menjemput darah donor kepada pendonor.
Bahkan saat ini sudah ada 16 masjid yang disasar oleh PMI Tarakan.
Ia melanjutkan, permintaan darah didominasi golongan darah O. Ini dikarenakan masyarakat di Indonesia umumnya memiliki golongan darah O.
"Urutannya itu mulai dari O, A, B terakhir AB. Itu kalau ada yang minta darah harus terpenuhi, karena itu pokok dibutuhkan," tegasnya.
Ia melanjutkan, selama ini ada dua cara yang diterapkan. Pertama, donor sukarela, PMI membuka pelayanan setiap hari termasuk jemput bola mencari donor. Kedua, mencari donor pengganti.
"Misalnya keluarga butuh tapi stok kosong di PMI atau di RS, keluarga bisa membantu mencarikan," tukasnya.
Belum Bisa Sediakan Plasma Darah
Berita sebelumnya. Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan, dr Edy Samudro mengatakan PMI Tarakan belum mampu menyediakan darah plasma konvalesen, lantaran PMI Tarakan belum memiliki peralatannya.
Sehingga bila ada permintaan, PMI harus melakukan koordinasi dengan PMI di wilayah lain yang memiliki peralatan tersebut.
“Di Indonesia yang sudah bisa mengolah darah menjadi plasma konvalesen hanya di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Minggu (10/1/2021).
Baca juga: Jalan Km 11 Balikpapan-Samarinda Kaltim Sudah Selesai, Masuk Rencana Beautifikasi
Baca juga: Harga Sembako di Balikpapan, Komoditi Cabai Rawit Naik, Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
Melalui plasma konvalesen itu, orang yang pernah terpapar covid-19 dapat berkontribusi dalam peningkatan kesembuhan bagi pasien covid-19, yaitu dengan cara menjadi pendonor untuk membantu terapi plasma konvalesen.
Kekebalan tubuh orang yang pernah terpapar covid-19 dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imun tubuh dari pasien covid-19 dengan gejala sedang hingga berat.
“Tapi tetap harus rajin berolahraga, makan makanan bergizi yang cukup, konsumsi vitamin, dan lain sebagainya,” tuturnya
Edy mengatakan, PMI Tarakan berencana menyediakan hal-hal yang dibutuhkan guna mengolah darah plasma konvalesen.
Baca Juga: Ketua PMI Tarakan HM Yunus Abbas Wafat, Beginilah Sepak Terjangnya Semasa Hidup
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengadakan peralatan dan SDM sendiri, supaya dapat melaksanakan donor plasma konvalesen di Tarakan," tuturnya.
Dia mengatakan alat plasma konvalesen juga tidak hanya untuk menghasilkan darah plasma konvalesen.
Namun juga untuk mengolah darah menjadi trombosit, dan sebagainya.
"Harganya itu sekitar Rp 1 miliar. Kalau ada anggaran kita akan beli alatnya," katanya.
Penulis Andi Pausiah | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/plt-pmi-trkn.jpg)