Breaking News

Berita Nasional Terkini

Di Balik Kisah Bos Besar KKB Menyerah, Ada Jeritan Hati Bongkar Penyiksaan Warga Papua dan Pendatang

Di balik kisah bos besar KKB menyerah, ada jeritan hati bongkar penyiksaan warga Papua dan pendatang.

Kolase Tribunkaltim.co
Di balik kisah bos besar KKB Papua yang menyerah ke pangkuan tanah air. 

TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu bos besar kelompok krimimal bersenjata ( KKB) Papua belum lama ini menyerah.

Namanya Alex Hamberi, salah satu penttolan KKB berpengaruh di tanah Papua.

Ia menyerahkan diri dan bersedia kembali ke pangkuan ibu pertiwi belum lama ini.

Di balik kisah penyerahan diri tersebut, terbongkar kekejaman KKB yang melakukan penyiksaan terhadap warga Papua dan pendatang.

Siapa sangka banyak di antara anggota KKB justru menjerit hatinya melihat penyiksaan tersebut.

Tak hanya melukai aparat keamanan, KKB Papua makin tak ragu meneror warga sipil.

Tak hanya pendatang, namun warga asli Papua sendiri yang tak sejalan dengan ideologi KKB.

Baca juga: Jadwal Pendaftaran CPNS 2021, Link Simulasi CAT CPNS 2021 cat.bkn.go.id, Cek Formasi & Persyaratan

Baca juga: DAFTAR Nama 3 KKB yang Serang TNI/Polri di Ilaga Papua, Tembaki Polres! Warga Lari ke Kantor Bupati

Tim Gabungan TNI Polri yang mendatangi beberapa kelompok yang terafiliasi KKB Papua, sempat mendapat penolakan.

Mereka ragu untuk balik mencium bendera merah putih.

Namun pendekatan Satgas Gabungan TNI Polri membuahkan hasil, ketika dua pentolan berpengaruh dalam KKB Papua akhirnya turun gunung.

Mereka bukan hendak memerangi TNI Polri, tetapi kembali ke pangkuan NKRI.

Maka kisah dan pengakuan para Pentolan KKB Papua Turun Gunung akan sangat menarik untuk disimak.

Baca juga: KABAR TERBARU BLT BPJS Ketenagakerjaan Cair Mei 2021, Cek Penerima di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Ya, di balik kisah pentolan KKB Papua turun gunung terungkap bahwa setiap hari mereka menjerit menyaksikan tindakan tersebut.

Namun sebagai anggota yang direkrut dan bergabung cukup lama, mereka hanya bisa diam.

Apalagi ketika bergabung ke KKB mereka dijanjikan makan, uang yang cukup dan juga rokok.

Mereka dimanfaatkan oleh pelaku separatis yang memiliki kepentingan konflik di tanah Papua, Indonesia.

Buktinya tidak semua orang Papua itu ingin merdeka, tetapi pada umumnya mereka bergabung karena terbawa permainan politik kelompok tertentu yang memanfaatkan keluguan mereka dengan kedok berjuang merebut kemerdekaan Papua.

Bukti Kejahatan KKB Papua

Fakta baru Meski banyak yang membantah, bahkan beberapa aktivitas HAM menuding Indonesia bisa melakukan pelanggaran HAM.

Namun pernyataan itu dimentahkan beberapa fakta baru seputar tindakan KKB Papua.

Hal itu terbuktI dengan beberapa Kejahatan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama.

Diantaranya, dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar merajut masa depan, sudah lama menjadi berita.

"Ibaratnya sebuah keluarga, para pimpinan teroris Papua itu tak lebih dari jenis orang yang tega menipu anggota keluarga sendiri,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Nurkhasanah, Jumat (7/5/2021).

Nurkhasanah menunjuk kisah Tenius Tebuni, seorang eks anggota teroris KKB yang bertahun-tahun mengikuti kelompok terror itu melakukan petualangan kriminalnya meneror warga Papua.

Baca juga: Mantan Istri Ustaz Abdul Somad Kirim Doa Buat Pernikahan Ketiga UAS, Mellya Juniarti Doakan Fatimah

Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi

Untunglah, kata Nurkhasanah, Tenius Tebuni yang menjadi anggota Teroris KKB dari kelompok Rambo Lokbere pimpinan Egianus Kogoya itu akhirnya sadar.

Tebuni kini kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan tobat.

“Dia bilang, selama bertahun-tahun menyaksikan kekejaman kelompoknya,"

"hatinya menjerit tiap kali menyaksikan penyiksaan dan kekejian yang dilakukan kelompoknya terhadap warga."

"Bukan hanya warga Papua yang berasal dari pendatang, tapi juga warga asli," kata dia.

Baca juga: JAM TAYANG dan Sinopsis Ikatan Cinta 9 Mei 2021, Ricky Culik Orang Tua Elsa, Ada Rahasia Terbongkar

Menurutnya, orang-orang asli Papua yang direkrut teroris KKB seperti Tenius Tebuni, bukan jenis orang yang punya kehendak macam-macam.

Mereka orang-orang sederhana yang urusannya pun tak lebih dari hal-hal primer semata.

Dijanjikan Uang Makan, Rokok dan Uang

“Tenius bilang, mereka direkrut teroris KKB dengan janji cukup makan, rokok dan uang,” tutur dia.

Tetapi dalam prakteknya, janji hanyalah janji dan tidak pernah terwujud.

“Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tak satu pun pernah terwujud,," jelas Nurkhasanah.

Dia berharap, akan lebih banyak lagi Tebuni-Tebuni lain yang sadar bahwa apa yang mereka lakukan hanya menggapai fatamorgana sembari terus menumpuk dosa.

Banyak yang Sadar

Sejatinya memang kian banyak anggota KKB yang sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Selasa (5/5) lalu, misalnya.

Menurut berita yang dibagikan Instagram resmi Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekelompok eks kombatan KKB yang dikepalai Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Alex Hamberi beserta 17 orang anggota kelompoknya kembali memeluk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Resep Soto Banjar Asli Kalimantan Selatan, Cocok Dihidangkan Saat Lebaran Idul Fitri 2021

Turun Gunung

Alex turun gunung membawa anggotanya ke Kampung Sima, Distrik Your, Kabupaten Nabire, Papua, untuk menandatangani pernyataan sikap ikrar setia ke NKRI.

Selain orang-orang tersebut, lima anggota lainnya berhalangan hadir, namun mengikuti langkah rekan-rekan mereka untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Nurkhasanah mengatakan, penyerahan diri sejumlah anggota NRFPB itu tak lepas dari usaha Satgas Nemangkawi dan Satuan Intelkam Polres Nabire yang tak jemu mendekati dan penggalangan.

Dengan begitu, lama-lama kelompok tersebut dengan sepenuh hati dan tanpa tekanan maupun paksaan menyatakan berhenti dari petualangan mereka, keluar dari aktivitas terror kelompok teroris KKB Papua.

“Jadi wajar bila AMMI menyatakan penghargaan dan rasa hormat untuk semua kiprah kebaikan yang terus berkesinambungan dilakukan aparat Polri dan TNI di Papua."

"Mereka itu orang-orang khusus dengan hati tulus, karena mampu bertahan untuk memberi kebaikan sekali pun di dalam negeri kurang diapresiasi."

Baca juga: NEWS VIDEO Aldebaran Dibuat Meningggal, Sinyal Ikatan Cinta Segera Tamat?

Data Tindak Kekejaman

Sementara itu, Menurut data yang diumumkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan, sudah ada 95 orang yang harus kehilangan nyawa akibat aksi-aksi kekerasan KKB Papua.

Bahkan, Lebih menyedihakan lagi, dalam data tersebut terungkap bahwa lebih dari setengah dari jumlah korban tersebut adalah warga sipil yang tak berdosa.

Adapunya, Rinciannya yakni, 59 warga sipil, 27 prajurit TNI, dan 9 personel Polri.

"Seluruhnya 95 orang, itu dengan tindakan yang sangat brutal," ujar Mahfud dalam rekaman suara yang dirilis Kemenko Polhukam, Senin (3/5/2021), seperti dikutip dari kompas.com.

Selanjutnya, selain korban jiwa, data yang dipaparkan oleh Mahfud MD juga menunjukkan bahwa jumlah korban luka sudah lebih dari 100 orang.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Menjerit Saksikan Penyiksaan, Pendekatan TNI-Polri Berhasil, 2 Pentolan KKB Turun Gunung: Menyerah,

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Bos Besar KKB Papua Menyerah, Bongkar Penyiksaan Terhadap Warga: Hati Kami Menjerit,

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved