Senin, 20 April 2026

Berita Nasional Terkini

Pemuda di Bulukumba Dibacok Pakai Parang, Bermula dari Keliling Kampung Bangunkan Sahur

Korban dianiaya saat sedang keliling kampung untuk membangunkan sahur. Rdiwansyah tiba-tiba diadang lalu dibacok oleh pelaku

Editor: Budi Susilo
Tribun Timur
ILUSTRASI Pembacokan 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang pemuda bernama Ridwansyah (25) menjadi korban penganiayaan.

Korban dianiaya saat sedang keliling kampung untuk membangunkan sahur. Rdiwansyah tiba-tiba diadang lalu dibacok oleh pelaku.

Korban merupakan warga Jalan Sungai Kapuas, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Kasus Kedua Tetangga Dekat Dibacok Orang Gila Setelah La Iroji Tewas, Polisi Masih Buru Pelaku

Ia dianiaya saat keliling kampung bersama rekannya membangunkan warga sahur, Rabu (12/5/2021).

 Ridwansyah dianiaya oleh Rajul (20 tahun), warga Ponre, Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang.

Akibatnya Ridwansyah terpaksa dilarikan ke RSUD Andi Sultan Daeng Radja untuk menjalani perawatan.

Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Djalil, membenarkan peristiwa itu.

Baca Juga: Jusri, Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Baca Juga: Ibu Hamil 6 Bulan Dibacok Pelaku Pembakaran di Nunukan, Sekretaris Damkar: Dia Staf Saya

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi.

Kasus penganiayaan tersebut berawal saat korban bersama teman-temannya hendak membangunkan warga makan sahur.

Tiba-tiba pelaku mengadang dan langsung membacok korban dengan menggunakan parang.

Sehingga korban mengalami luka pada jari tangan sebelah kirinya.

Baca Juga: Korban Sedang Cuci Motor, Spontan Dibacok Pelaku Pakai Parang, Tersulut Kesal dari Soal Buang Sampah

"Saat ini korban masih dirawat di RSUD Andi Sulthan Dg Radja," ujar Kompol Djalil.

Sementara pelaku sudah diamankan di kantor untuk menjalani proses lebih lanjut.

Dari informasi sementara, pelaku tak terima dibangunkan sahur oleh korban dan rekan-rekannya.

Namun untuk motif lebih mendalam, polisi masih melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Deretan Fakta Pasutri Dibacok Lantaran Kentut, Pelaku Tetangga Sendiri Sampai Pemicunya Sakit Hati

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait motif penganiayaan tersebut," ujarnya.

Saat ini, polisi juga telah memeriksa beberapa orang saksi.

Dibacok di Tengah Rencana Hajatan

Perempuan paruh baya bernama Wasumi (50) yang masih ada hubungan keluarga dengan La Iroji (61), pria paruh baya yang dibacok menggunakan sebuah kapak, menceritakan peristiwa berdarah itu.

Ia sedang mengupas sayur lantaran akan digelar sebuah hajatan keluarga besar.

Korban sendiri termasuk tetua yang akan menghadiri acara akad nikah ini.

"Masih hubungan keluarga (dengan korban). Posisi saya berdiri tepat di sebelah motor (kediamannya), mau acara jadi sembari kupas sayur. (Korban) Baru duduk dengan saya, lalu duduk persis di dekat jendela depan rumahnya, biasa memang duduk di situ setiap hari," ujar saksi saat ditemui, Rabu (6/1/2020).

Baca juga: Gubernur Kaltim Ditanya Jatah Vaksin, Isran Noor: Aku Ini Masih Muda, Umur 36 Tahun jadi Tidak Perlu

Baca juga: Pemberlakuan Rapid Test Antigen, Tengok Reaksi Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Baca juga: Walikota Balikpapan Rizal Effendi Beber Alasan Rapid Antigen Belum Berlaku di Jalur Laut

Korban La Iroji juga diketahui barulah sembuh dari sakit stroke yang diderita selama kurun waktu setahun terakhir.

Wasumi mengatakan, selama sembuh dari sakit yang diderita, La Iroji sering terhibur dengan kehadiran dua cucu dari anaknya bernama Endang yang menyaksikan langsung peristiwa pembacokan.

Bahkan anaknya itu sempat mendorong korban hingga kapak yang digenggam terjatuh.

Kemudian warga berdatangan mengamankan pelaku.

"Korban (La Iroji) sakit stroke, biasa memang duduk-duduk (dengan cucu) di teras rumah tepat di depan jendela. Si pelaku datang langsung membacok, sempat jatuh kapaknya karena anak korban yang mendorong pelaku," ucap Wasumi.

Pelaku bernama Juliadi (40) ini dikatakan saksi mata langsung datang membawa kapak.

Sempat dihalangi anak perempuan korban, namun tak berhasil.

Baca juga: NEWS VIDEO Nyaris Lakukan Pembunuhan di Pernikahan Mantan, Pria Asal Berau Ditangkap

Baca juga: Diduga Sakit Hati, Pria dari Berau Nyaris Lakukan Pembunuhan di Acara Pernikahan Mantan Istri Siri

Baca juga: Kisah Pilu Pria Disiksa Polisi & Dipenjara 20 Tahun karena Kasus Pembunuhan, Ternyata Salah Tangkap

Cucu korban yang berada di rumah diselamatkan oleh sang ibu, namun nyawa La Iroji tak terselamatkan setelah kapak yang terjatuh diambil kembali oleh pelaku lalu mengayunkan ke bagian kepala korban.

Tak tahu dapat dari mana benda tajam tersebut.

Wasumi saat ditanya kondisi pelaku ia mengatakan bahwa benar mengalami sakit kejiwaan. 

Pelaku dirawat jalan oleh keluarganya.

"Pelaku diobati di rumah (oleh pihak keluarga). Dulu sempat juga menyembelih kucing, kalau sakit sudah 10 tahunan penyakitnya, sudah memang terganggu kejiwaannya. Waras-waras tapi nanti kumat lagi dia (pelaku). Kalau dari pengamatan warga," ucap Wasumi.

Korban dikenal Wasumi sebagai pribadi yang baik, tak pernah ada terdengar terkait masalah dengan warga sekitar.

Bahkan, korban adalah tetua yang sangat dihormati serta menjadi pendamai ketika warga sedang berselisih paham.

Sesaat sebelum kejadian, korban sempat menghibur cucunya.

"Sempat bermain sama cucunya, memang kesehariannya sama cucu, hiburannya beliau. Orangnya baik, tidak pernah dengar ada masalah," tutur Wasumi.

Sedangkan pelaku sendiri, saat ditanya tentang kesehariannya, Wasumi sering melihat bahwa terkadang keluar rumah membawa kayu.

Di sekitar permukiman padat penduduk ini Jalan Karya Baru, RT 09 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, setiap harinya pelaku terkadang lalu lalang.

"Mondar-mandir bawa kayu atau apa begitu (barang) biasanya. Kalau benda tajam nggak pernah. Tapi, hari ini dia (pelaku) tidak terlihat. Tahu-tahu turun dari rumahnya bawa kapak langsung melayangkan ke korban," kata Wasumi.

Kondisi perkampungan yang lengang memang terbiasa terlihat di kawasan tersebut saat pagi hari, lantaran banyak warga yang pergi bekerja maupun ke perkebunan.

"Kondisi sepi (waktu kejadian), jam 7 dan jam 8 pagi sepi, ada yang ke kebun serta bekerja," ucap Wasumi.

Acara akad nikah yang akan digelar, kini  malah menjadi duka bagi pihak keluarga korban.

"Orang sehat kok (korban) dari warung minum kopi sebelum kejadian itu. Kita pun berduka dan merasa kehilangan," jelas Wasumi yang masih keluarga dengan La Iroji.

Diberitakan sebelumnya, La Iroji (61), warga Jalan Karya Baru, RT 09 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tewas setelah meregang nyawa akibat luka bacok. 

Rabu (6/12/2020) sekitar pukul 08.00 Wita, saat kondisi permukiman padat penduduk itu lengang, tiba-tiba teriakan La Iroji terdengar.

Salah seorang saksi mata yang ditemui Tribunkaltim.co, Wasumi (50), yang masih ada hubungan keluarga dengan korban, menceritakan pelaku Juliadi (40) datang menghampiri pria paruh baya ini sedang duduk-duduk di rumah.

"Si pelaku datang langsung membacok, sempat jatuh kapaknya karena anak korban yang mendorong pelaku," tutur Wasumi (6/1/2021) ditemui usai kejadian berdarah ini.

"Dua kali layangkan (ayunkan) kapak (ke arah) korban," ujarnya.

Pelaku dikenal menderita gangguan jiwa dari keterangan saksi, namun dugaan ini masih belum dapat dipastikan, lantaran pihak kepolisian masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Kini jajaran Polsek Sungai Pinang yang menangani kasus pembacokan itu masih mengorek keterangan dari sejumlah saksi, sehingga masih belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian berdarah tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keliling Kampung Bangunkan Sahur, Pemuda Ini Tiba-tiba Diadang lalu Dibacok Pakai Parang ditor: Nanda Lusiana Saputri

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved