Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kondisi Lapas Kelas IIA Tarakan Over Kapasitas

Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, sangat over kapasitas.

Editor: Budi Susilo
HO/LAPAS KELAS IIA TARAKAN
Tampak Lapas Kelas IIA Tarakan dari pintu gerbang masuk yang berlokasi di Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, sangat over kapasitas.

Idealnya fungsi lapas yang hanya menampung narapidana yang berstatus inkrah, saat ini juga ternyata dihuni oleh ratusan tahanan rutan.

Ini disampaikan Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Yosef Benyamin Yembise. Ia membeberkan, idealnya daya tampung lapas di Tarakan hanya 421 orang.

Namun sampai dengan 13 Mei 2021, total mencapai 1.167 orang (angka termasuk tiga napi tahun ini yang dinyatakan bebas setelah mendapatkan persetujuan remisi dari Kemenkumham RI).

Baca Juga: Screening Penumpang Arus Balik di Tarakan, Siapkan 1.000 Stick Rapid Antigen

Lebih lanjut dibeberkan Yosef, kondisi over kapasitas ini tak ideal dan berpotensi menyebabkan terjadinya pelanggaran, kerusuhan dan berbagai kejadian yang sudah seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.

"Alhamdulillah kondisi lapas sampai saat ini masih kondusif. Kita berharap jangan ada kerusuhan. Karena terus terang kondisi SDM kita tak sebanding dengan jumlah warga binaan yang ada," urainya.

Jika disimulasikan, dari 85 pegawai yang bertugas, 1 orang bisa menangani 110 orang. Angka ini sangat tidak sebanding dan tidak ideal.

Yosef menyebutkan, untuk tahanan rutan berjumlah 209 orang dan napi atau warga binaan yang mendiami Lapas sebanyak 985 orang.

Baca Juga: Cegah Klaster Baru di Tarakan, Personel TNI dan Polri Maksimalkan Patroli Pintu Masuk Pelabuhan

Kasus temuan sajam, kepemilikan handphone, dan berbagai temuan lain saat razia gabungan bekerja sama dengan penegak hukum seperti kepolisian dan BNNP dan BNNK, dikarenakan keterbatasan SDM dan sarpras yang ada di Lapas Kelas IIA Tarakan.

Ia juga menegaskan sejak awal menjabat, tidak akan menutupi kondisi lapas. Dan sangat terbuka untuk penegak hukum yang ingin menjalankan tugasnya jika melibatkan warga binaannya dari dalam lapas untuk kasus pelanggaran hukum.

"Mereka yang ingin melakukan pendalaman informasi, yang merupakan bagian proses hukum mengarah kepada kasus penjeraan, kami sangat terbuka dan tidak membatasi aparat untuk bekerja," tegasnya.

Lebih lanjut dibeberkan Yosef, ia memprediksi usai lebaran Idulfitri, bisa jadi akan banyak yang masuk ke dalam Lapas Kelas II Tarakan. Jika ada penambahan, maka kondisi lapas akan semakin tidak kondusif.

Baca Juga: Dua Tahun tak Gelar Open House Idul Fitri di Tarakan untuk Umum karena Covid-19

"Prediksi saya selesai Idulfitri akan ada lagi yang masuk. Sedikit yang keluar (bebas), banyak yang masuk," imbuhnya.

Satu-satunya opsi saat ini yakni harus ada pembangunan lapas atau rutan khusus agar bisa menampung jumlah overload saat ini.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah mendapatkan lampu hijau dari Wali Kota Tarakan untuk lahan hibah seluas lima hektare di area Juata.

"Namun kita tunggu lagi kapan realisasinya. Kalau bisa nanti dibangun Lapas Kelas IIB atau rutan juga bisa," lanjutnya.

Baca Juga: Pasar Malam THM Tarakan Padat, Pengunjung Banyak Abaikan Protokol Kesehatan

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan Sehari Sebelum Lebaran Idul Fitri 2021, Tidak Naik karena Sempat Disidak

Ia menilai, Lapas Kelas IIA Tarakan satu-satunya lapas unik yang ada di Indonesia. Ia menyebutkan Lapas Tarakan adalah Lapas Bhineka Tungga Ika. Karena hampir semua jenis suku menghuni lapas ini.

"Kalau kita lihat di Lapas Nunukan tak ada orang Papua. Di Tarakan lapasnya dihuni hampir semua jenis suku dari segala penjuru," bebernya.

Ia melanjutkan, seharusnya atau normalnya lapas diisi napi yang sudah berstatus memiliki ketetapan hukum tetap atau inkrah.

Namun ini juga dihuni oleh tahanan. Sehingga ini cukup menjadi beban pihaknya.

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan, 3 Hari Sebelum Idul Fitri, Pembelian Ikan Sepi Dampak dari Covid-19

Selain itu, lapas ini dihuni oleh napi berlatar berbagai jenis kasus. Mulai dari napi kasus narkotika, napi perempuan dan anak, napi tipikor, dan umum.

Sehingga menurutnua lapas ini sangat unik. "Makanya saya sampaikan di sini, publik harus tahu bahwa beginilah kondisi lapas di Tarakan sebenarnya," tegas Yosef.

Namun ia menambahkan, pihaknya juga tetap bersyukur.

Meski ada perbedaan namun tak ada kompleksitas persoalan yang dihadapi dan sejauh ini Lapas Tarakan masih terkendali.

"Itu harapan kita semua," pungkasnya.

Berita tentang Tarakan

Penulis Andi Pausiah | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved