Senin, 13 April 2026

Banjir di Berau

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Antisipasi Penyakit yang Muncul Pascabanjir

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus mengantisipasi munculnya penyakit terhadap masyarakat pasca

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi. TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus mengantisipasi munculnya penyakit terhadap masyarakat pascabanjir.

Hal itupun kata Iswahyudi telah dibicarakan dengan Bupati Berau, salah satunya dengan menyuplai air bersih ke wilayah yang terdampak banjir.

"Biasanya penyakit yang muncul di masyarakat pascabanjir itu diare dengan penyakit kulit dan untuk antisipasi ini telah kami koordinasikan dengan bupati agar bisa disuplai air bersih," ujarnya

"Karena banjir seperti ini menyebabkan kekurangan air bersih. Artinya jika air bersih bisa diperoleh masyarakat bisa meminimalisir penyakit diare," tuturnya.

Baca juga: Belasan Kampung Terendam Banjir di Berau, Wabup Bantah akibat Tanggul Perusahaan Batubara Jebol

Iswahyudi menjelaskan penyakit kulit yang biasa dialami masyarakat yakni gatal-gatal terutama anak-anak yang sering berenang di air banjir ini.

"Tapi jenis banjir yang mengalir seperti ini di Berau penyakit yang diakibatkan kencing tikus dan sebagainya itu tidak terjadi, karena airnya mengalir," imbuhnya.

"Namun yang namanya terendam di air pasti ada gejala penyakit nantinya, sehingga itu yang harus kita antisipasi," tuturnya.

Lebih lanjut, fasilitas kesehatan yang terdampak banjir kata Iswahyudi hanya dua, Puskesmas Tumbit Sari dan Long La'ai sementara Faskes lainnya tidak terdampak langsung.

"Untuk Puskesmas ada di Tumbit Sari dan Puskesmas Long La'ai yang sebelumnya terendam, kalau fasilitas kesehatan lainnya tidak ada yang terendam.

Baca juga: Banjir di Berau, Kepala BPBD Sebut Tersisa 5 Kampung yang Masih Terendam

"Untuk kerusakan tidak terlalu parah tapi yang di Long La'ai ada beberapa obat-obatan yang terendam air, termasuk arsip. Namun yang lain tidak ada kerusakan apa-apa," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Berau Thamrin menyebutkan dari 15 kampung yang terdampak banjir kita tersisa 5 kampung yang masih tergenang.

5 kampung yang dimaksud yakni Kampung Tumbit Melayu, Tumbit Dayak, Bena Baru, Pegat Bukur dan Long Lanut dengan ketinggian air ada yang masih mencapai sekitar 2 meter.

"Kami sama-sama sudah melihat lokasi banjir dimana ada lima kampung yang masih belum surut 100 persen yakni Kampung Tumbit Melayu, Tumbit Dayak, Bena Baru, Pegat Bukur dan Long Lanut," jelas Thamrin, Selasa (18/5/2021).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved