Banjir di Berau
Belasan Kampung Terendam Banjir di Berau, Wabup Bantah akibat Tanggul Perusahaan Batubara Jebol
Wakil Bupati Berau H Gamalis mengatakan, pihaknya saat ini masih berfokus untuk menangani banjir yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Penulis: Ikbal Nurkarim |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau H Gamalis mengatakan, pihaknya saat ini masih berfokus untuk menangani banjir yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya banjir yang merendam 15 kampung yang tersebar di 4 kecamatan itu juga berdampak pada salah satu tambang batubara yang beroperasi di Berau.
Seperti yang ramai dibicarakan, akibat tanggul tambang jebol, air masuk kedalam area tambang sehingga tergenang, akibatnya batubara yang siap angkut diperkirakan 1 juta metrik ton terendam banjir.
"Jadi begini tanggul jebol itu adalah milik perusahaan batu bara. Dan yang mengalami kerugian adalah pihak perusahaan, sampai 1 juta metrik ton batu bara terendam," jelas Gamalis ditemui TribunKaltim.co saat meninjau kondisi banjir di Kampung Tumbit Melayu, Selasa (18/5/2021).
"Artinya saat ini kami sedang berkonsentrasi terhadap penanganan banjir yang berdampak langsung ke masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Wagub Kaltara Sebut Banjir di Malinau Tak Kalah Parah dengan Jakarta, Minta Pusat Turun Tangan
Gamalis menegaskan jika perusahaan yang menyebabkan banjir maka Pemerintah Kabupaten Berau akan melakukan koordinasi dan komunikasi intens dengan perusahaan.
"Banjir berdampak ke perusahaan itu sendiri, kami belum melakukan komunikasi intens. Kecuali jika memang perusahaan yang menyebabkan banjir ini, tapi ini tidak, perusahaan ini juga korban," tuturnya.
"Jadi air sungai yang meluap masuk ke area tambang akibat tanggul jebol masuk lubang tambang. Dan tambang mengalami kerugian berdasarkan informasi ada batubara yang siap diangkut sebanyak 1 juta metrik ton namun terendam banjir," jelas Gamalis.
Wakil Bupati Berau itu menambahkan meski ribuan KK berdampak banjir namun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa meskipun telah ada 1-2 orang yang melaporkan mengalami sakit akibat banjir.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan mengenai hal penyebab banjir.
Baca juga: Banjir di Berau, Hanya Rugi Benih, Kampung Tumbit Melayu Sudah Melewati Masa Panen
"Kami masih akan bicarakan namun mungkin hal ini belum kita tahu hasilnya, karena kami masih fokus penanganan terhadap masyarakat," ucapnya. (*)
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Rahmad Taufiq