Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Epidemiolog Perkirakan Kapan Ledakan Kasus Covid-19 Terjadi Setelah Libur Lebaran

Selain arus mudik sejumlah faktor diprediksi bakal menyebabkan melonjaknya kasus Virus Corona di Indonesia beberapa waktu ke depan

Tayang:
Freepik designed by starline
Ilustrasi perkiraan Epidemiolog kapan virus Corona meledak setelah libur lebaran Idul Fitri 

TRIBUNKALTIM.CO -  Sejumlah pihak mengkhawatirkan ledakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran Idul Fitri

Selain arus mudik sejumlah faktor diprediksi bakal menyebabkan melonjaknya kasus Virus Corona di Indonesia beberapa waktu ke depan.

Menumpuknya masyarakat di destinasi wisata selama libur Lebaran juga dianggap berpotensi menaikkan angka penderita Covid-19.

Namun ledakan diperkirakan tak akan terjadi dalam waktu dekat.  

Ribuan orang yang berbondong-bondong mengunjungi destinasi wisata setelah lebaran.

Secara tidak langsung hal ini tentunya mengabaikan protokol kesehatan yang melarang adanya kerumunan dalam skala besar.

Padahal di Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19. Dengan kata lain, Indonesia belum aman dari infeksi virus Covid-19.

Baca juga: Lok Tuan Jadi Satu-satunya Wilayah Berbahaya Covid-19 di Bontang, 913 Orang Terkonfirmasi Positif

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, ledakan kasus akan terjadi.

Namun, tidak dapat dilihat dalam satu hingga dua minggu ini.

Setidaknya ledakan besar infeksi Covid-19 akan nampak setelah satu hingga tiga bulan berikutnya.

Menurutnya penularan bahkan dilakukan oleh orang yang tidak bergejala.

Angka ini mencapai hingga 80%.

"Sehingga ada potensi ledakan? Sangat jelas ada. Bukan mudik saja, tapi akumulasi setahun lalu seperti pilkada. Situasi ini terus bergerak dan akan meledak satu dua bulan,"ungkapnya pada Tribunnews, Selasa (18/5/2021).

Menurut Dicky, dampaknya justru berada di rumah, karena masalahnya kebanyakan masyarakat Indonesia masih berupaya mengobati sendiri. Sehingga rumah sakit nampak sepi.

"Masyarakat kita lebih banyak mengobati diri sendiri. Jangan diharapakan dua tiga minggu kasus meningkat. Ini menyebabkan di rumah sakit tidak terlalu penuh. Karena masyarakat kita hanya di rumah saat sakit," katanya lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved