Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Epidemiolog Perkirakan Kapan Ledakan Kasus Covid-19 Terjadi Setelah Libur Lebaran

Selain arus mudik sejumlah faktor diprediksi bakal menyebabkan melonjaknya kasus Virus Corona di Indonesia beberapa waktu ke depan

Tayang:
Freepik designed by starline
Ilustrasi perkiraan Epidemiolog kapan virus Corona meledak setelah libur lebaran Idul Fitri 

Oleh karenanya menurut Dicky, perlu adanya perbaikan strategi. Terutama terkait program yang betul-betul melaksanakan deteksi sedari dini secara aktif ke rumah-rumah.

Baca juga: Satgas Covid Balikpapan Akan Perketat Pemudik yang Kembali Pasca Lebaran Idul Fitri

Daftar Wilayah yang Mengalami Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran 2021

Sejumlah provinsi di Indonesia dikabarkan mengalami kenaikan kasus Covid-19 pasca Lebaran Idul Fitri 2021.

Kenaikan kasus itu dilaporkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Meski demikian Airlangga Hartarto menyebut penyebaran Virus Corona masih terkendali.

Setidaknya ada 15 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 

Ke 15 provinsi tersebut yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau Jambi, Babel, Lampung, DKI, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

"Kalau kita lihat dibandingkan Minggu pertama April kasus Mingguan di pulau Sumatera ada tren meningkat," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin, (17/5/2021).

Tidak hanya itu, kata Airlangga, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di sejumlah wilayah, juga ada yang mengalami peningkatan.

Diantaranya di Sumatera Utara 57 persen, riau 52 persen, Kepulauan Riay 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen , Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, Lampung 38 persen dan Aceh 34 persen.

"Yang di kemayoran relatif sudah rendah itu sekitar 16 persen," katanya.

Baca juga: Selain Perumahan Graha Indah, Satgas Covid-19 Balikpapan Catat Klaster ABK Pengangkut Sawit

Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Airlangga, masih relatif terkendali.

Kasus aktif nasional sebesar 5,2 persen, berada di bawah rata-rata global sebanyak 11,09 persen.

Selain itu angka kesembuhan juga berada di angka 92 persen, di atas rata rata global yakni 86,83 persen, dengan angka kematian 2,8 persen di atas rata rata global 2.07 persen.

"Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus 5 Februari yang lalu, kasus aktif pengurangannya 795 dalam 1 minggu terakhir sehingga kasus aktif berada dalam kisaran 90.800," pungkas Airlangga.

(*)

Berita tentang Virus Corona

Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Bukan Dua Minggu, Epidemiolog Sebut Ledakan Kasus Akan Terjadi Satu Hingga Dua Bulan Lagi 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved