Selasa, 14 April 2026

Berita Berau Terkini

66 Ekor Babi Mati Mendadak di Berau, Diduga Terserang Virus Hog Cholera, Pertama Kali di Kaltim

Mendapati laporan ternak babi yang mati secara massal di Kampung Maluang dan Paribau Berau, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, bersama D

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pengambilan sampel darah dilakukan pihak provinsi untuk memastikan dugaan sementara babi di Berau terserang virus Hog Cholera. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, GUNUNG TABUR- Mendapati laporan ternak babi yang mati secara massal di Kampung Maluang dan Paribau Berau, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim melakukan investigasi atas dugaan penyakit yang menyerang.

Kegiatan itu juga diikuti oleh pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Berau.

Tahapan awal setelah adanya laporan, pihak provinsi mengambil sampel darah untuk mendiagnosa lebih lanjut terkait penyakit yang menyerang.

Kepala Bidang Keswan Kesmavet, Distanak Berau, I Putu Sepion menjelaskan salah seorang peternak melaporkan ternak babi miliknya mati.

Laporan itu dimulai sejak 10 Mei 2021, kemudian disusul oleh laporan lainnya di 3 RT yang ada.

Baca juga: NEWS VIDEO Dugaan Virus Hog Cholera Menyerang Ternak Babi di Berau, Pertama Kali di Kalimantan Timur

Total kematian itu sebanyak 66 ekor dari 647 populasi di Kampung Maluang dan Paribau.

“Ada laporan lebih dari satu, jadi kami langsung tindak lanjuti. Pertama pengobatan dulu oleh dokter hewan, diberi obat tetapi ternaknya sudah pada loyo,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, Rabu (19/5/2021).

Dari pihak kabupaten dan dokter hewan Distanak mendapatkan dugaan bahwa babi yang mati ini terserang virus Hog Cholera.

Kendati memerlukan penanganan lebih lanjut, pihak mereka bekerja sama dengan provinsi untuk mengambil sampel darah agar penyakit dapat diantisipasi serta mengurangi angka kematian.

Putu menjelaskan, dugaan virus itu menjadi yang pertama kali di Berau dan satu Kalimantan Timur.

Baca juga: 3 Bulan Jalani Program Penggemukan Sapi, Koperasi Produsen Ternak Sapi PT BSJ Nikmati Panen Perdana

Meski belum bisa dikatakan pastinya, setelah adanya pemeriksaan lab.

Dia mengingatkan kepada pihak peternak untuk memastikan kondisi hewan ternak babi untuk selalu dikontrol dan dipisahkan untuk sementara waktu.

“Kami berharap agar tidak benar dugaan virus tersebut, akan segera ditindaklanjuti lagi bagaimana penanganannya,” tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved