Virus Corona di Kukar
Pemkab Kukar Belum Membuka Objek Wisata yang Dikelola Pemda Kutai Kartanegara
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum membuka objek wisata yang dikelola oleh pemkab setempat
Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum membuka objek wisata yang dikelola oleh pemkab setempat.
Terlebih, baru-baru ini Gubernur Kaltim, kembali mengeluarkan edaran terkait perpanjangan kelima untuk PPKM Mikro.
Hal itu dutarakan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono kepada Tribunkaltim.co pada Kamis (20/5/2021).
“Kalau kita buat kebijakan sendiri, nanti bertentangan dengan edaran itu,” ungkapnya.
Baca Juga: Badan Litbang Pertanian RI Dukung Program Pemkab Kukar di Pengembangan Pertanian dalam Arti Luas
Sunggono menegaskan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu dinamika kebijakan yang lebih besar.
“Kalau kebijakan yang lebih besar itu bisa mengecualikan boleh, baru kita bisa lakukan,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan, terkait objek wisata, pemkab Kukar masih patuh dengan surat-surat edaran yang ada.
“Belum ada kebijakan yang baru,” pungkasnya.
Baca Juga: Peristiwa Bom Bunuh Diri di Makassar, Pemkab Kukar Ingatkan Kewaspadaan dari Lingkungan Sekitar
Diketahui, beberapa objek wisata yang dikelola Pemkab Kukar.
Seperti, pulau kumala, waduk panji sukarame, museum kayu, planetarium, taman replika.
Dan tidak ketinggalan, pantai tanah merah samboja serta taman tumenggung.
Tak Bawa Bayi dan Lansia
Berita sebelumnya. Kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar masih menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.
Oleh karena itu, dengan dibukanya objek wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar) sejak awal Juli 2020 lalu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Tauhid Afrilian Noor mengimbau para pengunjung untuk tetap mentaati protokol kesehatan.
Tauhid mengatakan, yang lebih penting dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini.
Baca Juga: Promosikan Wisata Kukar, Ini Jurus Dinas Pariwisata di Tahun 2019
Warga dipersilakan untuk berwisata, namun alangkah baiknya ucap dia tidak membawa bayi dan lansia ke objek wisata.
“Bayi umur satu tahun ke bawah jangan dibawa, orang tua atau lansia juga kalau bisa jangan dibawa,” ujarnya. Rabu, (29/7/2020).
Bahkan, Tauhid juga menyarankan para pengunjung dapat membawa makanan sendiri dari rumah saat berkunjung ke objek wisata agar lebih aman. “Kalau bisa bawa makanan sendiri biar lebih higienis,” ucapnya.
Baca juga; Dinas Pariwisata Kaltim Tawarkan 62 Daftar Atraksi Wisata Dalam Calender of Event 2020
Baca juga; Relaksasi Pariwisata Kukar, Warga Kini Bisa Nikmati Keseruan Camping Community Pantai Panrita Lopi
Tauhid Afrilian Noor juga menekankan para pengunjung untuk tidak berkerumun di tempat wisata atau diusahakan menjaga jarak dengan oengunjung kain, tidak berdesakan.
“Seperti di Pulau Kumala kan luas, bisa memencar lah, gak berdesakan dan tidak ada penumpukan di jembatan,” imbaunya.
Pihaknya juga telah menyiapkan petugas dan tempat cuci tangan di lokasi wisata, tinggal para pengunjung yang membangun kesadaran sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan, minimal memakai masker dan membawa handsanitizer.
“Tapi kalau kurang sehat, demam, batuk, gak usah ke tempat wisata dulu lah,” pungkasnya.
Penulis Aris Joni | Editor: Budi Susilo