Berita Berau Terkini
Memaksimalkan Penggunaan Kartu Tani di Berau, Sebagian Besar Masih Menebus Pakai KTP
Program nasional berupa kartu tani yang berjalan sejak 2018, belum berjalan maksimal di Kabupaten Berau.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM,CO,TANJUNG REDEB - Program nasional berupa kartu tani yang berjalan sejak 2018, belum berjalan maksimal di Kabupaten Berau.
Hingga 2021, kartu tani belum bisa digunakan secara maksimal.
Penebusan pupuk subsidi masih menggunakan KTP.
Kasi Pupuk Pestisida dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Bambang Sujatmiko menjabarkan beberapa alasan.
Baca Juga: BPBD Berau Belum Pastikan Kerugian Setelah Banjir
Baca Juga: Kabupaten Berau Kini Punya Buku Pantun dalam Upaya Pelestarian Budaya
Salah satunya seperti kios pupuk pengecer yang cenderung sedikit.
Melalui data Distanak Berau, hanya terdapat 17 kios pupuk subsidi yang tersebar.
Sedangkan pembagian kartu tani yang tersalurkan yakni sebanyak 30 persen dari sekiranya 6.000 petani yang berhak mendapatkan.
“Target kami di Berau ya 50 persen untuk tahun 2021 ini,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Minggu (23/5/2021).
Bambang menuturkan, polemik kartu tani tidak sampai situ saja, kecurigaan adanya penyaluran subsidi yang kurang tepat sasaran juga masih ada.
Baca Juga: BPBD Berau Masih Siaga, Antisipasi Banjir Susulan
Baca Juga: Terjatuh dari Kapal dan Dilaporkan Hilang, Nelayan Asal Talisayan Berau Berenang 1 Jam Menuju Bagan
Meski sekarang, pihaknya meminta laporan secara rutin terhadap kios penyalur secara ketat. Kegiatan itu juga mendukung pengawasan dari pusat.
“Untuk sekarang tebus pupuk, masih ada yang menggunakan KTP dulu, agar tepat sasaran” tegasnya.