Berita Berau Terkini
Memaksimalkan Penggunaan Kartu Tani di Berau, Sebagian Besar Masih Menebus Pakai KTP
Program nasional berupa kartu tani yang berjalan sejak 2018, belum berjalan maksimal di Kabupaten Berau.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
Sementara itu, untuk saat ini kuota pupuk subsidi di 2021 meningkat sekiranya lebih dari 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan itu berasal dari usulan di RDKK.
Seperti jenis Urea sebesar 2.150 ton, NPK sebesar 3.260 ton. ZA sebesar 120 ton, SP-36 sebesar 106 ton dan organik sebesar 3.364 ton.
Dengan adanya ketidak cukupan kios, dikhawatirkan akan menambah ongkos operasional petani. Seperti petani di Kelay justru menebus pupuk subsidi hingga Labanan.
Kendati begitu subsidi pupuk ini masih sangat diperlukan oleh para petani. Jika tidak ada pupuk subsidi harga untuk regional Kalimantan Timur bisa mencapai 4 kali lipat harga pupuk subsidi.
“Kemungkinan besar, kuota pupuk subsidi akan menipis di bulan Agustus mendatang,” prediksinya.
Kendati begitu, antisipasi pupuk subsidi yang akan habis, pihaknya segera meminta kepada provinsi untuk permohonan realokasi pupuk subsidi di seluruh Kabupaten di Kalimantan Timur.
Bambang melanjutkan, untuk realokasi pupuk sendiri memang selalu berlangsung setelah memasuki masa tanam yang kedua, dan tidak hanya Berau yang meminta untuk realokasi pupuk bersubsidi, tetapi juga seluruh kabupaten di Kaltim.
Baca Juga: Audit Dana BOS dan BOSDA di Berau Dipastikan Dilaksanakan Tahun Ini
Baca Juga: Sedang Rakit Bom untuk Babi, Tangan Ju Terputus, Kini Terbaring di RSUD Abdul Rivai Berau
Dia memastikan setiap tahun akan selalu ada pupuk tambahan dari provinsi. Jika provinsi tidak memiliki pupuk tambahan, maka akan dilakukan relokasi antar provinsi untuk memenuhi kebutuhan kabupaten.
Pihaknya mewacanakan dengan provinsi paling lambat 100 persen penggunaan kartu tani akan diberlangsungkan di tahun 2022.
“Ya pelan-pelan tapi optimis untuk memaksimalkan penggunaannya,” tandasnya. (*)