Breaking News:

BPJamsostek Siap Fasilitasi Perlindungan Non-ASN Kemenag

Belum genap dua bulan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial

Editor: Diah Anggraeni
HO/BPJamsostek
Audiensi Direksi dan Dewan Pengawas BPJamsostek yang diterima langsung Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. 

Itupun belum termasuk para guru madrasah yang jumlahnya diperkirakan mencapai 600 ribuan pegawai di seluruh Indonesia.

Dengan masih banyaknya pekerja yang belum terlindungi tersebut, Anggoro berharap dukungan dari Kementerian Agama beserta jajarannya untuk secara aktif bersama-sama dengan BPJamsostek mendukung implementasi inpres dimaksud agar dapat berjalan dengan baik.

Kemenag akan menyiapkan peraturan perlindungan bagi guru agama dan guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Pihaknya juga akan memastikan aturan tersebut tidak hanya sebatas di atas kertas, namun memang bisa diimplementasikan tanpa kendala di lapangan.

Yaqut beranggapan bahwa tidak mungkin rasanya jika terjadi risiko kerja dengan guru-guru madrasah di daerah, Kemenag bisa langsung menangani satu per satu.

Namun, Yaqut juga menekankan, kebijakan untuk memberikan perlindungan ini tidak boleh memberatkan guru dan tenaga kependidikan non-PNS yang saat ini memiliki penghasilan terbatas.

“Tentunya kita harus berpikir dengan cara pikir teman-teman honorer ini. Jangan sampai (premi yang dibayarkan) akan mengurangi pendapatan teman-teman ini,” pesan Menag.

Baca juga: BPJamsostek Wilayah Kalimantan Siap Tindaklanjuti Inpres Jokowi, Angka Kepesertaan masih Kecil

Pihak Kemenag juga berharap, BPJamsostek dapat melakukan edukasi ke lingkungan pesantren agar memberikan pemahaman yang mendalam tentang perlindungan Jamsostek.

Menutup kunjungannya di Kemenag, Anggoro berharap, semua yang dilakukan saat ini dapat mendatangkan hasil yang positif dan perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia.

Di lain kesempatan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan, Ramadan Sayo secara prinsip turut mengapresisasi serta mendukung langkah-langkah yang telah dijalankan oleh jajaran direksi.

Adapun kepesertaan non-ASN di Balikpapan-Penajam hingga Mei 2021 sudah mencapai 9.000 TK yang telah terdaftar dan terlindungi oleh program BPJamsostek.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved