Ibadah Haji 2021

Indonesia Dikabarkan tak Dapat Kuota Haji 2021, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Beber Alasannya

Kabar tersebut mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendapat kabar jika yang menjadi faktor Indonesia tidak mendapat kuota haji 2021

Editor: Ikbal Nurkarim
AFP Photo/STR
Sekitar 10.000 jemaah haji mulai melakukan tawaf mengelilingi kabah di Masjidil Haram, Arab Saudi. Tahun ini, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan sekitar 10.000 jemaah untuk melakukan ibadah haji 2020. Biasanya, 2,5 juta orang menjalankan ritual wajib bagi umat Islam yang mampu tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia kembali dikabarkan tidak mendapat kuota jemaah Haji tahun 2021.

Kabar tersebut mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendapat kabar jika yang menjadi faktor Indonesia tidak mendapat kuota haji 2021 karena penggunaan vaksin Sinovac.

Dirinya menegaskan penggunaan vaksin Sinovac menjadi faktor belum keluarnya kuota untuk jemaah Indonesia.

Politisi Partai Gerindra itu mengigatkan agar pengunaan vaksin bisa menjadi pelajaran dan harus diperhatikan.

"Sementara kita tidak usah bahas itu dulu. Karena info terbaru yang kita dengar bahwa kita tidak dapet kuota Haji. Ini jadi pelajaran juga bagi kita supaya soal vaksin ini kita akan lebih perhatikan agar tidak terjadi hal-hal seperti," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021) dikutip dari TribunNews.com

Baca juga: Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Masih Tunggu Arab Saudi, Kepastian di Pertengahan Ramadhan

Wakil Ketua DPR RI itu mengaku belum mendapat informasi detail soal alasan Indonesia tidak mendapat kuota jemaah Haji.

"Saya belum tahu. Saya baru dapat informasi begitu. Nanti mungkin akan dijelaskan oleh Komisi VIII DPR yang terkait. Atau nanti Pak Muhaimin Iskandar sebagai Wakil Ketua DPR yang membawahi yang akan menjelaskan," ucap Dasco.

Baca juga: Menteri Agama Fachrul Razi Beber Belum Ada Penetapan Kuota Haji 2021

Sebelumnya, Kementerian kesehatan Arab Saudi menyatakan mengizinkan jemaah haji luar negeri untuk ikut menunaikan ibadah haji 2021 pada Juli mendatang.

Tetapi jumlah jemaah haji akan berada dalam skala yang lebih kecil dibandingkan seebelum pandemi Covid-19.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, ini akan menjadi pertama kalinya Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan hanya 60 ribu orang dari seluruh dunia, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, kata kementerian kesehatan Saudi, seperti dilansir Siasat Daily, Senin (24/5/2021).

"Sebanyak 45 ribu jemaah dari luar negeri akan dialokasikan dan 15 ribu dari dalam Kerajaan," kata kementerian kesehatan.

Baca juga: Jadwal Keberangkatan Calon Jamaah Haji 2021 Asal Berau, Kemenag Beber Kuota Belum Tersedia

Perwakilan khusus perdana menteri Pakistan tentang kerukunan umat beragama, Maulana Tahir Ashrafi juga menegaskan keputusan Arab Saudi di SAMAA TV.

Kerajaan Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan internasional mulai 17 Mei 2021 karena ibadah haji dijadwalkan berlangsung dari 17 Juli hingga 22 Juli 2021.

Allama Tahir Ashrafi mengatakan pemerintah Arab Saudi mengatur agar orang-orang di bawah usia 18 tahun dan di atas usia 60 tahun tidak dapat menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Jadi Syarat Ibadah Haji 2021, 169 Calhaj Lansia Balikpapan Dapat Prioritas Suntik Vaksin Sinovac

Jemaah juga harus menjalani karantina di Arab Saudi selama 3 hari dengan syarat sudah menerima vaksin corona.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved