Minggu, 19 April 2026

Berita Bontang Terkini

Jeritan Pedagang Lang-lang Bontang Dihimpit Angsuran Bank, Pemkot Bontang Berlakukan Pembatasan

Terlilit hutang akibat sumber pendapatan hilang, memaksa pedagang di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Lapak dagangan penjual di Lapangan Besssai Berinta Lang Lang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang kembali ambruk akibat tidak ditempati sejak tahun lalu. 

Usai itu, angsuran Bank pun menanti. Bank tak peduli, pinjaman uang harus kembali meski nasabah tak punya pendapatan lagi.

Yulia mengaku tak sendiri. Beberapa pedagang lainnya juga bernasib serupa, terlilit hutang yang harus dibayar setiap hari.

Pedagang Mie Ayam itu kini memilih berjualan di lorong gang sempit di Kelurahan Api-api.

Pilihan berjualan di gang sempit harus dilakoni demi tuntutan angsuran bank yang terus menghimpit. 

Baca Juga: Unit Pelaksana Teknis Terima Banyak Keluhan dari Para Pedagang Pasar Tamrin Bontang

Hasil pendapatan berjualan dilorong sempit ini pun hanya sedikit.

"Sedikit dapatnya. Enggak kaya sebelumnya di Lang-lang. Makanya saya minta supaya bapaknya cari kerja lagi, kalau begini susah mas. Urusan perut tak bisa ditahan-tahan," katanya.

Pedagang lain juga menjerit. Pemerintah diminta peka. Janji pendirian pusat kuliner di Lang-Lang yang dulu disuarakan menguap begitu saja.  

Pedagang berharap bisa kembali berjualan. Supaya jerat hutang bisa dilonggarkan.

"Iya kalau bisa dibuka lagi lah. Jangan padahal janjinya bakal dibuka. Tapi buktinya mana. Kasian penjual karena tidak punya pendapatan," pungkasnya.

Tutup Lapak Pedagang di Lang-lang

Berita sebelumnya. Pemkot Bontang tetap melarang pedagang di Lapangan Bessai Berinta atau Lang-Lang saat perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 42 digelar di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Rencanannya, deretan lapak pedagang disana akan ditutup panitia pelaksana menggunakan baliho agar menambah keindahan di lokasi acara.

"Yah kalau dari saya ditutupi (tenda pedagang-red),"ujar M Bahri Ketua Panitia MTQ ke 42 saat ditemui di gedung arena utama, Senin (31/5/2021). 

Namun keputusan belum bersifat final. Sebab bisa saja berubah apabila kepala daerah mengubah kebijakan yang sudah disepakati. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved