Jumat, 10 April 2026

Berita Bontang Terkini

Jeritan Pedagang Lang-lang Bontang Dihimpit Angsuran Bank, Pemkot Bontang Berlakukan Pembatasan

Terlilit hutang akibat sumber pendapatan hilang, memaksa pedagang di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Lapak dagangan penjual di Lapangan Besssai Berinta Lang Lang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang kembali ambruk akibat tidak ditempati sejak tahun lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Terlilit hutang akibat sumber pendapatan hilang, memaksa pedagang di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, harus gali lubang tutup lubang.

Sudah setahun lebih lamanya, Yulia bukan nama sebenarnya tak lagi berjualan.

Penghasilan harian karut marut, sejak seluruh aktifitas di Lapangan Lang Lang tempatnya berjualan harus dihentikan.

Wanita berusia 43 tahun itu bercerita, ia dan suaminya berjualan bakso dan mie ayam di lapak Stadion Lang-Lang sejak 2012 lalu.

Baca Juga: Dugaan Pungli di Pasar Tamrin Bontang, Pedagang Mengaku Ditagih Setiap Hari

Seiring waktu, usaha yang dijalani kian membaik. Setelah suami berhenti kerja, warung mie ayam miliknya jadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga. 

Saat diterjang badai Covid-19 di awal 2020, ekomomi keluarganya babak belur akibat sumber pendapatannya ditutup.

"Langsung ditutup lapangannya, kami kehilangan pendapatan. Jadi pelan-pelan kami coba buka dirumah, karena simpanan mulai berkurang," ungkapnya Senin (31/5/2021). 

Memasuki bulan ke-4, kondisi Covid-19 sempat membaik. Pemerintah pun akhirnya membuka kembali segala aktifitas di Lapangan.

Baca Juga: IPTM Temui DPRD Samarinda, Mencari Solusi Para Pedagang di Tepian Mahakam

Namun keputusan itu hanya bertahan dua pekan, lantaran lagi-lagi Virus Coronan kembali mengancam.

Penutupan ke 2 ini, kata Yulia banyak menuai masalah. Para penjual banyak mengeluarkan biaya perbaikan lapak yang ambruk akibat lama ditutup.

Walhasil, pedagang pun justru merugi. Sebab modal usaha belum sempat kembali.

"Kami pinjam uang di Bank saat awal di buka itu. Karena kami butuh perbaiki lapak dan uang modal untuk jualan. Tapi ternyata baru dua minggu lapangan kembali ditutup lagi. Modal belum sempat kembali," kata Yulia.

Baca Juga: UPT Pasar Tamrin Bontang Mengelak, Adanya Pungli Didasari Inisiatif Sesama Pedagang

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved