Berita Balikpapan Terkini
Lulus Kuliah di Masa Pandemi, 2 Bersaudara Ini Pilih Buka Bisnis Rice Bowl Lewat Meogda Kitchen
Kondisi ekonomi memang perlahan berangsur pulih di tahun kedua pandemi Covid-19. Kendati demikian, tak hilang dari ingatan, betapa banyak masyarakat
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kondisi ekonomi memang perlahan berangsur pulih di tahun kedua pandemi Covid-19.
Kendati demikian, tak hilang dari ingatan, betapa banyak masyarakat yang harus kehilangan mata pencaharian di awal masa pandemi.
Hal yang sama juga berlaku bagi sebagian besar mahasiswa yang lulus kuliah pada masa tersebut.
Mencari pekerjaan di saat ada begitu banyak perusahaan yang harus merumahkan karyawan, tampaknya begitu mustahil.
Risma Dewi Marthen dan Herliani Marthen, adalah dua bersaudara di antara sekian banyak mahasiswa lulusan 2019 yang harus mengurungkan niat untuk mencari pekerjaan di masa awal pandemi tersebut.
Baca juga: Menikmati Pallumara Khas Sulawesi Selatan di Restoran New Kepala Ikan, Pedas, Gurih & Asamnya Nampol
Setelah berbulan-bulan hidup tanpa penghasilan, keduanya nekat untuk memulai bisnis rice bowl dengan brand Meogda Kitchen.
Keberanian tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Risma memang memiliki jiwa berwirausaha didukung dengan Herliani yang merupakan seorang lulusan tata boga Politeknik Negeri Balikpapan.
"Saat itu kami berani mengambil keputusan ini karena melihat banyak rumah makan ditutup akibat pandemi. Bagi kami ini adalah sebuah peluang dan kesempatan untuk mulai berbisnis," kata Risma.
Kendati demikian, Risma mengatakan jika ia dan saudaranya sempat terbentur masalah ketiadaan modal.
"Karena kebetulan kami baru lulus kuliah, sehingga memang tidak ada modal sama sekali. Untungnya ada kakak yang meminjamkan uang untuk digunakan sebagai modal awal," kenang Risma.
Begitu memiliki modal, Risma dan Herliani segera membagi tugas, di mana hal terkait produk, dikerjakan oleh Herliani, sedangkan Risma bertugas di bagian penjualan, mulai dari mengambil foto, mengurus media sosial, hingga memastikan produk sampai ke tangan pembeli.
Baca juga: Strategi Bisnis RM Pyramids Bertahan di Tengah Pandemi, Promosikan Budaya Timur Tengah Lewat Kuliner
"Untuk penjualan, kami memang mengandalkan kekuatan dari media sosial. Selain lebih hemat karena tidak perlu sewa tempat, aktivitas masyarakat di dunia maya selama pandemi pun terbilang tinggi," ujar Risma.
Berdasarkan keterangan Risma, menu yang dijual oleh kedua wanita muda ini adalah belly yakiniku, ayam crispy sambal matah, teriyaki dan lada hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/meogda-kitchen-tawarkan-aneka-menu-dalam-konsep-rice-bowl.jpg)