Speedboat Terbalik di Nunukan
Agen Speedboat Riyan Bantah tak Siapkan Pelampung
Informasi terbaru beredar, SB Riyan yang berangkat dari Tarakan menuju Desa Atap, Kecamatan Sembakung tak dilengkapi pelampung.
Keluarganya berangkat satu rombongan menuju Desa Atap untuk menghadiri acara pernikahan keluarga di sana.
"Dari keluarga laki-lakinya keluarga bapak saya, orang tuanya ikut ke sana semua sudah bawa fogep juga dari sini ke sana. Jadi yang meninggal dari keluarga kami, bapaknya yang mau menikah itu kasihan," lanjutnya.
Sementara itu, orang tuanya yang ikut dalam rombongan selamat.
Dan posisi orang tuanya saar ini ada di Sembakung di rumah keluarga sepupu.
"Saya lega orang tua selamat. Kalau orang tua sepupu saya tidak tahu lagi kelanjutannya apakah acara dilanjutkan atau tidak karena kondisinya meninggal. Mungkin ditunda. Tidak mungkin dilanjutkan. Kita doakan saja semua bisa berjalan sesuai direncanakan," ucapnya.
Sementara itu, Hasbullah, Manager Operasional PT Surya Sebatik membantah jika tak ada pelampung yang disiapkan dalam speedboat.
Jika kapasitas penumpang 22 orang maka jumlah pelampung disiapkan 30 pcs.
"Karena distandarkan 125 persen dari total kursi. Tidak mungkin fasilitas kursi dihitung 22, pelampung hanya 22. Itu tidak boleh," tegasnya.
Ia juga membantah jika pihak speedboat tak mengingatkan untuk menggunakan pelampung.
"Kok bisa tidak menemukan. Padahal ada di sekitar mereka. Lucunya juga para penumpang kalau disuruh mengenakan pelampung, acuh tak acuh. Bahkan diinjak-injak itu barang," ujarnya.
Pihaknya berkali- kali mengingatkan agar pelampung digunakan sebelum berlayar, namun yang terjadi kadang penumpang hanya memangku pelampung dan tak menggunakannya.
"Pelampung itu ada ditempatkan di sampingnya. Sebelum berangkat diarahkan. Kadang ada yang nggak pakai, cuma dipangku saja. Bahkan lebih lucu yang jelas mengabaikan," ujarnya.
Tak terhitung berapa kali, pihaknya mengingatkan agar memakai pelampung sebelum berangkat.
Kemungkinan karena panik kondisi di dalam speedboat sehingga tak melihat pelampung.
"Kalau sudah kejadian panik tidak kelihatan. Tapi kalau orang mawas diri, sebelum berangkat pasti sudah pakai pelampung. Saya sering lihat barang itu diinjak. Padahal itu penyelamat tapi dianggap remeh," keluhnya. (*)
Kapasitas Speedboat 22 Kursi, Penumpang Masuk Manifes Tercatat 30 Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-di-area-pinggiran-sungai-di-desa-pelaju-kecamatan-sembakung-pasca-terbalikny.jpg)