Speedboat Terbalik di Nunukan

Kisah Korban Speedboat Terbalik di Nunukan, Niat Menghadiri Pernikahan Keluarga di Desa Atap

Niat menghadiri pernikahan keluarga di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, nahas, orangtua Jumiansyah.

Editor: Budi Susilo
HO/BPBD NUNUKAN
Niat menghadiri pernikahan keluarga di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, nahas, orangtua Jumiansyah jadi korban speedboat terbalik. 

Kemudian, lanjutnya, bertambah dua orang lagi sehingga total 23 dalam manifes.

"Awalnya rombongan dari Sulawesi ini yang ikut kapal kemarin, itu daftar pertama 13 orang. Kemudian nambah lagi dua orang. Jadilah 23 orang," ujarnya.

"Barulah saat di dalam speedboat ada tujuh anak yang belum ikut didaftarkan sehingga pihaknya tegas, tujuh anak tersebut harus membeli tiket. Nanti ketika dilakukan pengecekan di speedboat baru saya terlihat ada anak anak. Jadi saya daftarkan saja mau tidak mau. Mereka wajib bayar," bebernya.

Mereka semua masuk dalam manifes. Jadi total 30 orang dalam speedboat.

"Karena saya juga harus berangkatkan speedboat Menara Indah ke Nunukan jadi saya berangkatkan dulu speebdoat ke Sembakung," ujarnya.

Ia menambahkan, jika ia tahu sejak semalam saat penumpang mendaftar membeli tiket, ia akan mengurangi penumpang dewasa.

"Itu melebihi dispensasi. Kalau saya tahu itu anak anak sekian, saya bisa kurangi penumpang dewasanya," jelasnya.

Ia menjelaskan, selama memberangkatkan penumpang ke Sembakung setiap hari, calon penumpang bisa beli tiket via WhatsApp atau di dalam pelabuhan.

"Sistem mendaftar lewat SMS dan WA. Karena takutnya penuh, nggak dapat tiket. Sehari sebelum berangkat speedboat, nama sudah masuk. Tapi jarang sekali nama anak anak ikut dalam daftar," ujarnya.

Ia sudah seringkali menyampaikan bahwa nama anak-anak harus ikut didaftarkan.

"Bahkan demi Allah saya sudah sampaikan penumpang dari Beringin, ada dua ibu bawa masing-masing dua anaknya. Saya bilangi lain kali kalau daftar tolong sertakan nama anaknya. Supaya saya bisa kondisikan penumpang," ucapnya. 

Tabrak Batang Hanyut di Sungai

Insiden speedboat (SB) Riyan terbalik di perairan Desa Pelaju, Kecamatan Sembakung, Senin (7/6/2021), diduga karena menabrak batang hanyut.

Ini disampaikan Manager Operasional PT Surya Sebatik, Hazbullah yang mengelola rute menuju Sembakung.

Sekadar diketahui SB Riyan GT.04 NO.084 KLU-3 ini setiap harinya berangkat pukul 10.00 WITA dan adapula pukul 11.00 WITA.

"Kebetulan giliran tadi jam 10.00 WITA. Kalau optimal mesin tidak bermasalah bisa sampai 3,5 jam sampai di Desa Atap. Kejadiannya tadi di Desa Pelaju, antara Pelaju dan Atap kurang lebih setengah jam sebelum sampai ke Desa Atap," beber Hasbullah kepada TribunKaltara.com, Senin (7/6/2021).

Berdasarkan informasi dari nahkoda atau motoris speedboat, terjadi benturan saat memasuki area sungai.

Area sungai di perairan Sembakung tidak begitu luas. Sekitar 20 meter lebarnya diperkirakan Hasbullah.

Baca Juga: Kecelakaan Laut Tabrakan Antar Kapal, Membuat 17 ABK Hilang, Berlayar dari Balikpapan ke Merak

Karena benturan itu, penumpang panik dan langsung berdiri di dalam speedboat.

"Kagetlah penumpang, berdiri di satu titik, maka oleng speedboat. Kemungkinan speedboat oleng ke kanan mungkin tapi saya tidak bisa memastikan apakah dia ke kanan atau ke kiri," ujarnya.

Ia menambahkan, jika saja penumpang tidak panik dan tetap bertahan di tempat duduk masing-masing, maka insiden ini bisa dicegah.

"Tapi penyebab benturan karena batang itu hanya dugaan. Belum bisa dipastikan. Karena kebanyakan kalau masuk ke arah Sembakung itu banyak batang," katanya.

Dengan kondisi sungai yang banyak bertebaran batang hanyut, posisi kecepatan speedboat diturunkan pelan-pelan oleh motoris lanjutnya.

"Posisi tadi itu karena adanya benturan jadi langsung pelan-pelan diturunkan ke nol. Nah pada saat itu panik mungkin terjadi pergeseran tempat oleh penumpang karena panik, hilang keseimbangan, oleng dan terbalik," tuturnya.

Ia menampik bahwa speedboat terbalik karena pusaran air.

Ia tak bisa membenarkan karena pusaran air menyebabkan speedboat terbalik.

"Pusaran air jarang terjadi di sana. Di sana itu banyak sampahnya. Karena dia bukan laut seperti menuju ke Tanjung Selor. Dia sungai kecil," ucapnya. 

Berita tentang Nunukan

Penulis Febrianus Felis | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved