Virus Corona di Paser

Pembelajaran Tatap Muka di Paser Belum Pasti, SDN 026 Kekurangan Laptop untuk Asesment

Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor belum dapat memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Foto ilustrasi pelajar Sekolah Dasar (SD) saat mengikuti kegiatan lomba cerdas sermat, diambil sebelum masa Pandemi Covid-19 di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor belum dapat memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kalimantan Timur.

Isran menyatakan pemberian izin PTM tersebut, masih dalam tahap pembahasan di Pemerintah Provinsi Kaltim, apalagi hingga kemarin, angka penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan.

"Kemarin kaltim naik lagi, mestinya di bawah 70, malah naik ke 146, jadi itu menjadi bahan pertimbangan. Kalau sudah fatal baru mundur, itukan repot," katanya.

Meskipun belum ada kepastian mengenai pembelajaran tatap muka (PTM), namun Salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Paser menghadapi beban tambahan. Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Cara Guru di Paser Membekali Siswa, Mengenali Diri dengan Pubertas Kala Pendemi Covid-19

Hal tersebut didasari dengan adanya kebijakan pelaksanaan asesment pada pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan penyediaan Teknologi Informasi berupa komputer atau laptop.

"Program tersebut, setidaknya setiap siswa memiliki atau bisa menggunakan perangkat elektronik berupa Komputer ataupun laptop," kata Kepala Sekolah SDN 026 Tanah Grogot Sri Wulan. Rabu (2/6/2021).

Rencananya, SDN 026 Tanah Grogot akan memberikan pengenalan dasar pengoperasian komputer terhadap siswanya.

Namun ada beberapa kendala yang dialami, yaitu pihak sekolah hanya memiliki 4 unit Laptop dan 3 unit tambahan milik guru yang bisa dipinjamkan sementara kepada siswa.

Baca Juga: Jadwal Transfer THR untuk Honorer di Penajam Paser Utara, Pemkab Kucurkan Rp 3,45 Miliar

"Siswa yang akan mendapatkan pengenalan dasar komputer, yaitu siswa kelas empat, sebanyak 25 orang, jadi terdapat kekurangan 18 unit," kata Sri.

Untuk mengatasi kekurangan alat tersebut, pihak sekolah telah melakukan rapat bersama wali murid.

Dari hasil rapat tersebut lanjut Sri Wulan, hanya ada beberapa siswa yang memiliki laptop, namun masih banyak yang tidak.

"Ada yang punya, ada juga yang nggak, kalau yang nggak punya laptop mereka memang secara ekonomi tidak mampu,"  katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved