Berita Nasional Terkini

Deadlock Koalisi PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024 Terganjal Gengsi, Apa Prabowo Mau jadi Cawapres?

Deadlock koalisi PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024 terganjal gengsi, apa Prabowo Subianto mau jadi Calon Wakil Presiden?

Kolase Tribunkaltim.co
Membaca koalisi PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024 - Deadlock koalisi PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024 terganjal gengsi, apa Prabowo mau jadi Calon Wakil Presiden? 

Pertanyaannya apakah mau Prabowo Subianto ikhlas menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024?

Padahal berdasarkan hasil survei dirinya memiliki nilai ektoral tertinggi saat ini.

Pertanyaan yang sama juga ditujukan ke PDIP, apakah PDIP bersedia menempatkan calonnya sebagai cawapres di Pilpres 2024? Katakanlah Puan Maharani yang disorong sebagai kandidat Pilpres 2024.

Patut diingat saat ini posisi PDIP adalah sebagai partai penguasa.

Tak hanya menguasai pemerintahan, namun juga jadi partai penguasa di parlemen alias Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR).

"Kenapa (PDIP) gak mau Puan cawapres? Karena ini hanya akan menguntungkan Gerindra dan Prabowo. Gerindra enggak mau mundur satu langkah. Ini deadlock, rumit. Karena bagi Gerindra tidak ada pilihan lain, tidak ada nama lain kecuali Prabowo," kata Pangi mengutip dari Kompas TV, Senin (7/6/2021).

Penerimaan posisi cawapres bakal jadi kunci terbentuknya koalisi PDIP dan Gerindra.

Namun apabila gengsi politik keduanya sama-sama tak ada yang mau mengalah, maka diprediksi koalisi PDI dan Gerindra bakal sulit terjadi.

Menurut Pangi, partai yang mencalonkan kadernya sebagai capres di Pilpres secara mutlak mendongkrak elektabilitas partai, lalu mendapatkan suara terbanyak di parlemen.

Hal itu telah dibuktikan PDIP saat Pemilu 2019 lalu.
"Kita ini Pemilu serentak, kecuali dipisahkan. Capres yang maju itu akan mendongkrak elektabilitas partai," kata Pangi.

Baca juga: Polemik Bupati Alor dan Mensos Risma, PDIP Tarik Dukungan Bupati Alor, Amon Djobo: Itu Sah-Sah Saja

Gerindra: Keputusan Pilpres Itu Injury Time

Terpisah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan partainya tak ingin terburu-buru menyimpulkan hubungan baik antara Megawati dan Prabowo Subianto.

Keputusan koalisi di Pilpres 2024 masih jauh, kepastiannya bisa didapat menjelang detik-detik akhir alias injury time.

"Terkait 2024 saya pikri itu biarkanlah mengalir. Kita yang jelas, kita dengan PDI Perjuangan tidak ada hambatan psikologis, tidak ada masalah, tinggal memang biasanya Soal pilpres itu injury time,” katanya Senin (7/6/2021) dikutip dari Kompas TV.

Kendati demikian, sampai saat ini seluruh kader Gerindra masih menginginkan Prabowo Subianto maju sebagai capres Pilpres 2024, bukan cawapres.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved