Berita Viral
Video Viral, Orangutan Masuk Permukiman Warga di Paser Kaltim
Viral sebuah video yang memperlihatkan individu Orangutan masuk ke kawasan permukiman warga.
Jenis makanan Orangutan meliputi: bunga, daun, lapisan kambium kulit kayu; bagian dalam dari rotan, pandan, jahe-jahean dan palem; rayap, semut dan invertebrata lainnya; madu, jamur dan pada kesempatan yang sangat langka telah diamati Orangutan memakan mamalia kecil.
Baca juga: 10 Tahun di Thailand Cola Orangutan Kalimantan Akhirnya Dipulangkan Disambut Pelajar & Pejabat Berau
Orangutan perlu mengandalkan makanan ini selama periode kekurangan buah dan sekaligus mengembangkan cadangan lemak untuk membantu mereka melewati periode kekurangan pangan yang ekstrem, atau ‘periode krisis-buah’.
Orangutan adalah penyebar benih buah yang penting, baik melalui ‘feses’ atau dengan membawa dan membuang benih saat mereka melewati pepohonan, sehingga memainkan peran kunci dalam ekologi dan regenerasi hutan.
Perilaku Sosial
Orangutan pada dasarnya soliter, dan satu-satunya ikatan permanen yang dimiliki adalah ikatan antara ibu dan bayinya.
Para induk Orangutan betina ini biasanya hidup berkelompok, terkadang bertemu dua kali atau lebih selama periode ketersediaan pakan yang tinggi sehingga memungkinkan mereka mempertahankan ikatan tersebut; saat berkelompok, para bayi Orangutan bermain dan belajar bersama serta berbagi pelajaran tentang perilaku yang baru mereka dapatkan.
Orangutan jantan akan meninggalkan induknya untuk mencegah perkawinan sedarah dan menjadi dewasa secara seksual di usia sekitar 15 tahun.
Orangutan tumbuh semakin besar antara usia 18 dan 20 tahun serta mengembangkan karakteristik seksual sekunder mereka yang berupa bantalan pipi dan kantung suara, yang digunakan untuk membuat long call ketika mereka ingin menarik perhatian para betina dan memberi peringatan kepada Orangutan jantan lainnya.
Baca juga: Rela Keluarkan Uang Miliaran Rupiah Bangun Suaka Orangutan, Hasyim: Saya Dapat Kepuasan Batin
Orangutan jantan berkompetisi untuk menjadi dominan, meskipun sebagian besar populasi bayi Orangutan berasal dari jantan yang tidak dominan berusia 15-20 tahun yang belum mencapai ukuran tubuh maksimal dan mampu memaksa betina untuk berkopulasi.
Orangutan betina melahirkan satu bayi sekali setelah mengandung selama 8,5 bulan, dan tidak akan memiliki bayi lagi hingga bayi pertamanya mencapai usia 7 tahun.
Ini adalah jarak antar kelahiran terpanjang dalam dunia hewan dan memungkinkan induknya untuk memberikan perhatian penuh pada sang bayi dengan mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan mandiri, termasuk membuat sarang, mengenali jenis pakan alami, dan menghindari predator.
Bayi Orangutan ini juga tetap tinggal dengan induknya untuk mendapatkan perlindungan dan mempelajari kehidupan di hutan, terutama untuk mengetahui di mana semua sumber pakan penting ada, sampai saatnya ia meninggalkan induknya.
Orangutan adalah makhluk yang sangat cerdas.
Mereka dapat memanfaatkan hal-hal di lingkungan sekitarnya untuk peralatan dan obat-obatan.
Baca juga: Bersinggungan dengan Lokasi Istana Negara Baru, Jarak Pusat Suaka Orangutan Hanya 7 Kilometer
Populasi Orangutan yang berbeda bisa menunjukkan perilaku unik dalam mengatasi masalah yang sama dengan cara yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/viral-video-individu-orangutan-masuk-ke-kawasan-permukiman-warga-di-kaltim.jpg)