Senin, 13 April 2026

Berita PPU Terkini

Agrovaria Lovepink: SADARI Bersama, 98 Persen Penderita Kanker Payudara Bisa Sembuh

Kanker payudara memang menjadi momok. Tidak hanya bagi wanita namun pada laki-laki juga berpotensi terserang penyakit yang sama.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, DIAN MULIA SARI
Tangkapan layar virtual Agrovaria Lovepink. TRIBUNKALTIM.CO, DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kanker payudara memang menjadi momok. Tidak hanya bagi wanita namun pada laki-laki juga berpotensi terserang penyakit yang sama.

Namun potensi itu dapat dicegah dengan mengetahui gejala-gejala kanker payudara sedini mungkin.

"Pentingnya kita melakukan deteksi dini, semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang kanker payudara dapat disembuhkan," ungkap Nevyta Febrain Sari pembicara dari Yayasan Dara Daya Indonesia dalam Agrovaria Lovepink yang diselenggarakan Astra Agro bekerjasama dengan Lovepink (8/6/2021) untuk Area Kalimantan Timur.

Sementara hanya 27 persen penderita sembuh jika sudah stadium lanjut

Baca juga: World Cancer Day / Hari Kanker Sedunia, Deteksi Dini Kanker Payudara, Cara Periksa Payudara Sendiri

Nevyta Febrain Sari menambahkan bahwa masyarakat harus semakin aware terhadap kanker payudara, karena sampai saat ini penyebab kanker payudara masih belum diketahui secara pasti.

Termasuk dengan vaksin kanker payudara yang juga belum ada, berbeda dengan kanker serviks.

"Supaya kita bisa mengetahui tanda-tanda penyakit ini, maka perlu dilakukan SADARI dan SADANIS. SADARI atau Periksa Payudara Sendiri merupakan kegiatan pemeriksaan payudara secara mandiri.

Sementara SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara klinis.

"Seperti apakah payudara terdapat benjolan, mengeras, berubah bentuk, mengeluarkan cairan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan Pola Makan Nabati/Vegan

Selain itu potensi kanker payudara bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko, seperti menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, mengendalikan berat badan dan aktif bergerak, serta mengelola stress.

"Menghindari merokok, konsumsi alkohol, dan produk dengan kandungan pemanis buatan, pengawet, perasa, dan pewarna (4P) juga merupakan tindakan pencegahan potensi kanker," lanjutnya.

dr. Wisnu Nuraga, SHE dan Opertional Support Astra Agro dalam sambutannya menyampaikan bahwa program awareness Kesehatan merupakan giat yang dilakukan Astra Agro secara rutin.

"Pada tahun ini, Astra Agro fokus pada awareness kanker payudara," ungkapnya.

Baca juga: Ada Sayuran Hijau hingga Ikan Salmon, Ini 5 Makanan yang Dapat Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Melalui Program ini Astra Agro mengadakan kegiatan SADARI massal. “Dengan demikian, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat mendeteksi kanker payudara lebih cepat sehingga dapat mendapatkan penanganan yang lebih cepat lagi.

"Program ini juga merupakan bentuk kepedulian Astra Agro kepada perempuan dilingkungan kebun Astra Agro," tambahnya.

Sementara itu, Pratiwi, Ketua Posyandu Kelurahan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus diperdalam. Pasalnya, pada tahun 2006, Pratiwi pernah mengidap tumor payudara dan berhasil sembuh.

"Alhamdulilah, Semua support dari keluarga dan rekan - rekan," katanya.

Ia pun merasa sangat terbantu dengan penyuluhan kanker payudara dari Astra Agro dan Lovepink ini. Ia berpesan agar kegiatan penyuluhan kanker payudara ini dapat lebih sering dilaksanakan.

"Jangan takut tidak bisa sembuh dan tidak bisa menyusui," lanjutnya.

Baca juga: TERJAWAB! 13 Oktober 2020 Hari Tanpa Bra Sedunia, Terkuak Tujuan Pentingnya, 1 Soal Kanker Payudara

Ia juga menyampaikan sudah banyak korban meninggal karena penyakit ini karena tidak tahu.

"Kami yang di pedesaan ini sangat membutuhkan hal ini," ujarnya

Senada dengan Pratiwi, Sari yang juga survivor kanker menuturkan bahwa Kanker payudara bukan akhir dari segalanya, tetapi awal untuk hidup lebih baik dan berkualitas.

Sari menuturkan pada saat dirinya di diagnosa kanker payudara pada tahun 2012 lalu, hal yang langsung terlintas dibenaknya adalah jangan takut, kanker bukanlah akhir dari segalanya.

Menurutnya kanker menjadi anugerah Tuhan yang diberikan kepadanya untuk bisa menjalani hidup lebih baik, berkualitas, dan membawa berkah bagi orang lain, tambahnya.

Berita tentang PPU

Penulis: Dian MS | Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved