Berita Kaltim Terkini
BKKBN RI Dukung Pencegahan Stunting di Kaltim, Namun Data Belum Terpenuhi
Akan ada program penanganan pencegahan stanting untuk wanita, calon pengantin dan bayi di Kalimantan Timur.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Selain memberikanpenghargaan Manggala Karya Kencana tahun 2021, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Dwi Listyawardani juga menyebut akan ada program penanganan pencegahan stunting untuk wanita, calon pengantin dan bayi di Kalimantan Timur.
Meski begitu, wanita yang akrab disapa Dwi tersebut menerangkan bahwa saat ini belum bisa menerangkan jumlah besaran biaya yang akan dikeluarkan karena tergantung dari hasil pendataan keluarga masyarakat Kaltim.
"Karena pendataan keluarga di Kaltim saat ini cakupannya baru 83%. Tapi kita sedang kebut, jadi target kita 21 Juni mendatang sudah bisa 100% pendataannya," buka Dwi.
Baca Juga: Gubernur dan Ketua PKK Kaltim Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN
Baca Juga: Gubernur Kaltim Minta Pemda Ubah ke Energi Terbarukan, Isran Noor: Jangan Merasa Enak
Untuk stunting ini, Dwi menyebut baru provinsi Kalimantan Timur yang sudah memikirkan program tersebut sehingga menjadi nilai tambah tersendiri.
"Tadi Pak Asistant sudah mengatakan bahwa ada APBD provinsi untuk stunting yang langsung sasarannya kepada desa untuk pemberian makanan tambahan," ulasnya
"Jadi sebelum provinsi lain berinisiatif, Kaltim sudah lebih dulu memulai. Karena sejak awal Prempov Kaltim sudah memikirkan bahwa program ini belum didukung oleh siapapun," terangnya.
Sementara itu, Ketua BKKBN Kaltim, Muhammad Edy Muin menambahkan saat ini kendala pendataan belum sepenuhnya selesai dikarenakan ketidaksamaan speed di beberapa daerah.
Baca Juga: Isu PLTU di Kalimantan Timur Tidak Beroperasi, Ditanggapi Kadis ESDM Kaltim Benny
Baca Juga: Tambah 89 Kontingen Kaltim Berangkat ke PON XX Papua, Dua Cabor Baru Bisa Ikut
"Seperti Kutai Timur, Sangata. Karena berdasarkan geografis mereka, ada wilayah-wilayah yang jauh, sedangkan ini sudah konekting pendataan di lapangan," jelasnya
Edy juga menyebut persoalan selanjutnya lagi data harus di entri sedangkan wilayah tersebut tidak terjangkau signal yang kuat.
Baca Juga: Pantau Akselerasi Kaltim Berdaulat, Gubernur Kunjungan Kerja ke Kukar dan Kubar
Baca Juga: Gubernur Kaltim Resmikan Jembatan Underpass PT FKP di Jalan Nasional di Kutai Barat
"Tapi sudah kita upayakan agar pendataan daerah Kutim bisa 100% seperti Bontang dan Balikpapan. Dan dekat ini PPU dan Samarinda menyusul," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-bkkbn-kaltim-muh-edi-muin-saat-memberikan-keterangan.jpg)