Berita Kaltim Terkini
Gubernur Kaltim Minta Pemda Ubah ke Energi Terbarukan, Isran Noor: Jangan Merasa Enak
Bahkan atas dampak tersebut PLN Kaltimra berencana mengubah pembangkit listrik dari PLTU ke PLTA.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Energi fosil masih menjadi primadona di Kalimantan Timur (Kaltim).
Namun jika energi fosil seperti batubara dan minyak bumi akan habis jika dikeruk habis-habisan.
Bahkan atas dampak tersebut PLN Kaltimra berencana mengubah pembangkit listrik dari PLTU ke PLTA.
Baca Juga: Isu PLTU di Kalimantan Timur Tidak Beroperasi, Ditanggapi Kadis ESDM Kaltim Benny
Baca Juga: Tambah 89 Kontingen Kaltim Berangkat ke PON XX Papua, Dua Cabor Baru Bisa Ikut
Hal tersebut diapresiasi Gubernur Kaltim Isran Noor, Senin (14/6/2021).
Ia meminta kepada pemerintah kabupaten atau kota untuk merubah energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).
Untuk itu ia minta kepada Pemda untuk tidak terlena dengan hasil galian bumi.
Menurutnya hasil bumi memang memberikan pendapatan lebih besar dan cepat ketimbang energi terbarukan lainnya.
"Kita jangan merasa enak ada batubara, minyak dan gas. Itu habis, tunggu saja, habis itu," kata Isran Noor.
Sementara itu, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejak 2017-2019 Kaltim jadi provinsi dengan penerimaan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi sektor pertambangan dan penggalian di Indonesia yakni Rp 215,2 triliun (2017), Rp 217,6 triliun (2018) Rp 233,8 triliun (2019).
Baca Juga: NEWS VIDEO Usai Kunjungan Kerja di Kubar, Gubernur Kaltim Sempatkan Datangi Warung Kelapa
Baca Juga: Pantau Akselerasi Kaltim Berdaulat, Gubernur Kunjungan Kerja ke Kukar dan Kubar
Menurut Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat cadangan batubara di Kaltim tahun 2020, mencapai 4,6 miliar ton dari total cadangan 39,56 miliar ton di Indonesia dengan rincian cadangan terkira 18,41 miliar ton dan terbukti 21,15 miliar ton.
Jika merujuk data BPS Kaltim, kisaran produksi batubara di Kaltim sejak 2018 sampai 2020 antara 187 juta ton sampai 257 juta ton, dari total produksi nasional 556 juta ton pada 2020 dan target 550 juta ton pada 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gubernur-kaltim-isran-noor-0098.jpg)