Rabu, 13 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Kisah Anak Skateboard di Balikpapan Banting Setir jadi Penjahit, Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Bulan

Dendy Darmawan, pria muda 24 tahun ini, tidak pernah menyangka keisengannya menjahit celana yang nyaman

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/AZHARI NORIS
Dendy Darmawan, anak skateboard asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang banting setir jadi penjahit, Sabtu (19/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dendy Darmawan, pria muda 24 tahun ini, tidak pernah menyangka keisengannya menjahit celana yang nyaman, digunakan saat bermain skateboard akan membawa dirinya menekuni profesi sebagai penjahit.

Bermula dari kegemarannya bermain skateboard, pria gondrong yang akrab disapa Dendy ini, kesulitan mencari celana yang nyaman untuk digunakan saat bermain papan seluncur.

Waktu itu sekitar tahun 2014, di mana tren celana yang banyak dijual adalah celana dengan potongan skinny fit.

Celana ini sangat tidak nyaman digunakan untuk bermain skateboard.

Baca juga: Setelah Membagikan 1000 Masker Gratis, Kelompok Penjahit Difabel di Salatiga Ini Kebanjiran Pesanan

"Akhirnya waktu itu saya dengan seorang rekan, nekat menjahit celana sendiri dengan menggunakan mesin jahit milik ibunya," cerita Dendy.

Bangga akan celana pertama yang berhasil dijahitnya tanpa melalui proses quality control tersebut, Dendy mengatakan jika ia dan rekannya akhirnya memberanikan diri untuk terjun di bidang ini.

Meski harus memasang muka tebal dan menutup telinga akan perkataan orang lain, keduanya tetap nekat berangkat ke Bandung untuk mempelajari kain.

Karena pada umumnya, aktivitas menjahit adalah pekerjaan wanita. Bisa dibayangkan dua remaja penggemar skateboard yang hampir setiap hari bermain papan seluncur di luar.

Baca juga: Jaang Lihat Langsung Pembuatan Hand Sanitizer dan Kerja Penjahit Relawan Covid Samarinda Membuat APD

Tiba-tiba duduk diam di dalam kamar mengerjakan baju jahitan.

"Tentu keluarga akan heran dan lebih banyak menertawakan," kenang Dendy di sela tawanya kepada Tribunkaltim.co.

Ditanya terkait dengan modal awal, Dendy dengan lantang mengatakan bahwa saat itu ia harus rela membujuk temannya untuk memecahkan celengan.

Hal itu guna mengumpulkan receh demi receh sebagai modal membeli kain denim.

Baca juga: Kisah Cak To Tailor and Gallery Lawan Corona, dari Penjahit Baju Pengantin Kini Buat Baju Hazmat

Kerja keras dan mental baja yang dimiliki 2 anak muda ini, ternyata berbuah manis. Hanya butuh waktu 6 bulan saja.

Keduanya mampu meningkatkan produksi dari hanya 1 item dalam satu hari, menjadi 4 item dalam waktu 8 jam.

Tidak hanya mengerjakan celana, Dendy mengatakan jika ia juga menerima berbagai macam jenis pakaian.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved