Berita Nasional Terkini

Bukan PPKM, Akhirnya IDI Sarankan Pemerintah Jokowi Lockdown 2 Pekan, 4 Alasan Genting Soal Covid-19

Bukan PPKM, akhirnya IDI sarankan Pemerintah Jokowi lockdown 2 pekan, 4 alasan genting soal Covid-19

Pixabay via Tribun Bali
Ilustrasi Virus Corona, kian mengganas, Satgas Covid-19 IDI sarankan Pemerintah Jokowi tempuh opsi lockdown 

Saat ini, faskes untuk Covid-19 lainnya, seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan masih terpenuhi.

Akan tetapi, hal itu tak menutup kemungkinan kebutuhan faskes untuk Covid-19 akan naik, jika beriringan dengan adanya lonjakan kasus Covis-19 lagi ke depannya.

"Tidak bisa disangkal kebutuhan ini segera dan melonjak lagi. Kami khawatir, kami tidak bisa segera mendatangkan kebutuhan tersebut dalam waktu cepat," tandasnya.

Arahan Jokowi ke Pemprov DKI

Dipanggil Jokowi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihaknya mengikuti arahan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Padahal, kebijakan untuk menarik rem darurat (emergency brake policy) dianggap efektif meredam penyebaran Covid-19.

Karena melalui kebijakan rem darurat, kegiatan masyarakat akan dibatasi secara ekstrem.

Dimulai dari transportasi, tempat usaha, pendidikan, sosial-budaya, hiburan dan sebagainya.

Namun, dampaknya luar biasa pada sektor ekonomi, yang saat ini sedang bersemi.

Akhirnya, Pemprov DKI Jakarta tetap menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Kebijakan ini berlaku selama dua pekan dari Selasa (15/6/2021) sampai Senin (28/6/2021) mendatang.

“Kami sudah keluarkan PPKM dua pekan ke depan, jadi masih tetap seperti yang kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Ariza ini.

“Kemarin (Selasa, 15/6/2021) kami dipanggil pak Presiden untuk mengikuti arahan beliau, pertama optimalisasi implementasi di lapangan,” lanjut Ariza.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved