Berita Nasional Terkini
Bukan PPKM, Akhirnya IDI Sarankan Pemerintah Jokowi Lockdown 2 Pekan, 4 Alasan Genting Soal Covid-19
Bukan PPKM, akhirnya IDI sarankan Pemerintah Jokowi lockdown 2 pekan, 4 alasan genting soal Covid-19
TRIBUNKALTIM.CO - Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan Pemerintahan Jokowi menempuh opsi lockdown.
Diketahui, saat ini Indonesia mengalami lonjakan kasus baru Virus Corona.
Terlebih, saat ini Varian Delta yang bermula di India dan lebih ganas sudah menular di Tanah Air.
Sejak awal pandemi, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menolak opsi lockdown.
Pemerintah memilih skema Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang kemudian direvisi menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM).
Di Jakarta misalnya, dengan kasus baru berkisar 5 kasus Virus Corona sehari, hanya menempuh opsi perpanjangan PPKM.
Baca juga: Jakarta Gawat, Politikus PDIP Heran Anies Baswedan Tak Tarik Rem Darurat, Sempat Dipanggil Jokowi
Terbaru, Satgas Covid-19 IDI menyarankan Pemerintah Jokowi menempuh opsi lockdown karena dinilai ampuh mengendalikan pandemi.
Diketahui, banyak negara di luar negeri menempuh opsi lockdown sementara waktu untuk mencegah meluasnya penuralan Virus Corona.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban beri saran pemerintah untuk memberlakukan lockdown wilayah Indonesia selama dua minggu.
Hal tersebut dilakukan agar penyebaran kasus Covid-19 bisa ditekan.
Dengan lockdown, kata Zubairi, keterpenuhan fasilitas kesehatan (faskes) dapat terselamatkan.
Tentunya, penerapan lockdown ini dinilai akan menahan kasus Covid-19 agar tak kembali melonjak.
Saran itu disampaikan Zubairi lewat akun Twitter-nya, @ProfZubairiDjoerban, Senin (21/6/2021).
"Saran saya. Lebih bijaksana bagi Indonesia untuk terapkan lockdown selama dua minggu. "
"Untuk apa? Memperlambat penyebaran, meratakan kurva, menyelamatkan fasilitas kesehatan."