Berita Samarinda Terkini
Guru SDN 008 Sungai Kunjang Samarinda Harap Peran Orangtua Murid Selama Pembelajaran Daring
Juli mendatang sebagaian sekolah di Samarinda akan mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Juli mendatang sebagaian sekolah di Samarinda akan mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
Salah satunya SDN 008 Sungai Kunjang, yang berada di Jalan Ulin, Nomor 8, RT 35, Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantam Timur.
Kepala Sekolah SDN 008 Sungai Kunjang, Jauhariah menerangkan pihaknya sudah melakukan persiapan matang untuk pelaksanaan PTM tersebut.
Meski demikian, karena belum ada instruksi lebih lanjut apakah PTM bisa dilaksanakan ataupun tidak, Jauhariah menerangkan senantiasa siap dengan segala keputusan yang ada.
Baca juga: PTM Diputuskan H-3, Dinkes Balikpapan Bentuk Tim Analisa Perkembangan Kasus
"Kalaupun daring berlanjut, kita juga siap," terang Jauhariah kepada TribunKaltim.Co, Jumat (25/6/2021).
Namun dalam pelaksanaan daring nantinya, Ia berharap peran serta orangtua murid lebih ditingkatkan.
Karena selama ini diakuinya perhatian para orangtua murid masih kurang.
Seperti pelayanan sekolah yang telah dipersiapkan bagi masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler.
Mereka dipersilahkan datang langsung ke sekolah dan akan pinjamkan buku dan diberi tugas dengan waktu pengumpulan tugas yang disepakati, namun tidak berjalan.
"Selain itu kita juga sudah menyiapkan tempat belajar di Kelapa Gading, tetapi selama ini pelayanan kita tidak maksimal karena ada orangtua murid yang tidak pernah datang membawa anak mereka," terangnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud Sebut PTM Terancam Mundur
Apalagi lanjutnya, saat ini sekolah sudah menggunakan Kurikulum Darurat.
Dimana waktu pembelajaran dikurangi dan tidak menuntut ketuntatasan atau nilai anak tidak harus mencapai target.
"Fasilitas juga kita penuhi. Tidak perlu membeli buku lagi, kita pinjamkan. Pulsa dan paket kita siapkan, tetapi hanya segelintir orangtua murid yang mau datang mengambil fasilitas yang kita berikan," jelasnya.
Bahkan lanjutnya, ada orangtua yang menilai pendidikan dengan uang semata, dalam artian tidak perlu mengikuti pembelajaran tetapi bisa mendapat nilai dan naik kelas.
"Kami sangat sedih dengan pola pikir tersebut. Kita bukan mencari uang, tetapi kita ingin anak didik kita mampu mengikuti pembelajaran tanpa kesulitan," ucapnya lesu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-sekolah-sdn-008-sungai-kunjang-jauhariah.jpg)