Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Berita Malinau Terkini

Waspada Virus Serang Ternak di Malinau, Kenali Gejala Penyakit ASF pada Babi dan Cara Pencegahannya

Untuk mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Malinau, kenali penyakit ASF pada babi dan upaya pencegahannya.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Spanduk Dinas Pertanian berisi imbauan upaya pencegahan virus ASF pada ternak babi di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (29/6/2021). TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Untuk mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Malinau, kenali penyakit ASF pada babi dan upaya pencegahannya.

Virus ASF adalah sejenis penyakit menular pada babi dan dapat mengakibatkan kematian pada ternak atau babi hutan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Afri ST Padan menjelaskan virus ASF berpotensi masuk di Kabupaten Malinau.

Dikarenakan letak geografis Kabupaten Malinau yang berbatasan langsung dengan kabupaten di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

"Risiko penularan juga luas. Karena secara geografis, di sebelah timur kita berbatasan langsung dengan Berau dan Bulungan, dan di utara berbatasan dengan Kabupaten Malinau," ujarnya.

Baca juga: Hasil Uji Sampel Babi yang Mati di Krayan Nunukan, Positif Kena Penyakit African Swine Fever

Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau telah menerbitkan surat edaran Bupati Malinau tentang kesiagaan terhadap penyakit ASF di Malinau.

Melalui surat edaran Bupati Nomor 520/214/HUKUM tersebut disampaikan tentang upaya dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan, di antaranya adalah membatasi aktivitas perburuan babi hutan, serta jual beli daging babi segar dan olahan dari luar Malinau.

"Sampai saat ini belum ada vaksinnya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan beberapa upaya pencegahan. Penyakit ini tidak menular kepada manusia, hanya pada babi," katanya.

Dinas Pertanian Kabupaten Malinau memaparkan beberapa gejala infeksi African Swine Flu pada babi yang dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:

- Suhu tubuh meningkat

- Pendarahan pada kulit atau tanda kemerahan pada telinga, perut dan kaki

- Depresi, Anoreksia

- Nafsu makan menurun

- Keguguran pada induk yang bunting

- Sianosis, muntah dan diare

- Mati 6 hingga 13 atau 20 hari setelah gejala

Baca juga: Demam Babi Afrika Belum Ditemukan di Tana Tidung, Sosialisasi ke Warga Tetap Gencar

Langkah pencegahan ASF dapat dilakukan dengan cara antara lain, sebagai berikut:

- Membatasi kegiatan perburuan babi hutan dan jual beli babi segar atau olahan dari luar Malinau

- Tidak memberi pakan sisa limbah rumah tangga atau industri. Menggunakan pakan organik yang dimasak atau difermentasikan dengan baik

- Menjaga kebersihan dan peralatan di kandang

- Mengisolasi ternak yang mengalami gejala dan membatasi interaksi ternak sehat dari bahan yang berpotensi sebagai perantara ASF

- Jika terjadi kematian misterius segera melaporkan kepada PPL Peternakan atau Balai Penyuluh Pertanian di Malinau, atau menghubungi aparat desa dan kecamatan

- Mengubur ternak atau babi hutan di wilayah yang aman dari jangkauan hewan lainnya. (*)

Berita tentang Malinau

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved