Mata Najwa
Mata Najwa Malam Ini Seputar Covid-19, Najwa Shihab Kini Sorot PPKM Mikro, Jangan Tunggu Giliran
Mata Najwa malam ini seputar Covid-19, Najwa Shihab kini sorot PPKM Mikro, Jangan Tunggu Giliran
Sehingga dilakukan bronchoscopy untuk mengangkat darah di saluran pernapasan.
"Saya melihat polanya, pada tsunami kasus yang sekarang, pada usia muda, saya sering melihat pasiennya ini batuk darah," ujar dr. Irandi.
"Itu mungkin fenomena baru yang masih kita perlu dalami lagi, yang bisa kita evakuasi atau ambil darahnya melalui bronchoscopy," sambungnya.
Dokter Terpaksa Pilih Nyawa
Lewat acara Mata Najwa, Rabu (23/6/2021), dr. Irandi Putra Pratomo selaku tenaga kesehatan (nakes) di RS UI, memperlihatkan langsung bagaimana isi dari ruang ICU RS UI.
Doker Irandi menjelaskan, saking penuhnya ruang ICU, ada puluhan pasien dari ruang IGD yang seharusnya pindah ke ICU tapi jadi tertunda.
Diketahui, sampai saat ini angka kesembuhan pasien Covid-19 masih lebih tinggi dibanding angka kematiannya.
Namun, berdasarkan penjelasan dr. Irandi, butuh waktu lama bagi pasien di ruang ICU untuk sembuh dari Covid-19 sehingga menghambat pasien dari IGD yang seharusnya dipindahkan ke ICU.
Terlihat dalam ruangan ICU RS UI, nampak ada sebagian besar pasien menggunakan alat ventilator.
Dokter Irandi mengatakan, rata-rata butuh waktu dua minggu bagi pasien ICU untuk sembuh dan keluar dari ruang tersebut.
Bahkan terkadang ada kasus di mana pasien butuh waktu 3-4 minggu untuk bisa sembuh.
Dokter Irandi menyampaikan, hal ini menyebabkan ada pasien yang akhirnya meninggal di IGD sebelum sempat dipindahkan ke ICU.
Baca juga: Usai BCL, Jerinx SID Kini Serang Najwa Shihab di IG, Berikan Julukan Baru Bila Ogah Penuhi Tantangan
Karena penuhnya kapasitas ruang ICU, dr. Irandi menyebut harus benar-benar memilah-milah siapa yang paling butuh masuk ruang ICU.
"Bahasa kasarnya kita jadi milih-milih nyawa," kata dr. Irandi.
Para nakes yang berada di ruang ICU nampak semuanya memakai pakaian lengkap alat pelindung diri (APD).
Kemudian terlihat juga ada pasien yang sedang menggunakan mesin cuci darah.
Dokter Irandi menambahkan, ada pasien yang butuh dilakukan prosedur teropong paru menggunakan alat Bronchoscopy.
(*)