Sabtu, 11 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Pertama di Indonesia, Perpustakaan Pancasila Dibuat di Lapas Klas II A Samarinda

Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, datang membuka perpustakan di Lapas Klas II A Samarinda.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
PERPUSTAKAAN - Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Sofyan (kiri) dan Direktur Sosialisasi Komunikasi & Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila M. Akbar Hadiprabowo (kanan) saat menyerahkan buku untuk perpustakaan Pancasila yang berdiri di Lapas Klas IIA Samarinda, Kamis (1/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, datang membuka perpustakan di Lapas Klas II A Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (1/7/2021).

Di Lapas juga disampaikan pesan-pesan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Kepala BPIP RI Prof Drs KH Yudian Wahyudi, melalui Direktur Sosialisasi Komunikasi & Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila M. Akbar Hadiprabowo datang ke lokasi acara.

Saat ditemui TribunKaltim.co, dia mengatakan, perpustakaan yang dibuka adalah bentuk kerjasama pembinaan ideologi Pancasila.

Baca juga: Gelar Bulan Bung Karno, Repdem PDIP Samarinda Sambangi Rutan Diskusi Pancasila

Bersama Lapas Klas II A Samarinda dan akan ada tindaklanjut kerja sama antara BPIP.

Tentu menyiapkan program-program penguatan ideologi Pancasila terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Perpustakan yang didirikan, dikatakannya adalah langkah awal dari program yang disiapkan.

"Menambah literasi dan bacaan, kami harapkan tidak hanya di Samarinda saja tetapi juga di Lapas lain seluruh indonesia," katanya di Kota Samarinda.

Baca juga: Sekdaprov Kaltim Berharap Peringatan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Tekan Penularan Covid-19

"Saya rasa ini (perpustakan) akan berjalan efektif," tegasnya.

Apalagi warga binaan kan tidak boleh menggunakan smartphone.

"Jadi mereka bisa saja, mau kami arahkan untuk membangun literasi," tuturnya.

Memberi Buku Pancasila

Penyerahan buku-buku sebanyak 32 judul dengan jumlah 158 buku terkait dengan Pancasila juga dilakukan.

Tentu pesan-pesan pancasila juga berhak diterima oleh warga Indonesia meski sedang menjalani masa tahanan, menurut M. Akbar Hadiprabowo.

"Kita tahu bersama sekitar kurang lebih 20 tahun pascadibubarkannya BP 7 maka praktis tidak ada lembaga yang mengurusi tentang pembinaan Pancasila," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved