Senin, 13 April 2026

Virus Corona di Samarinda

Polresta Samarinda Dukung Pemkot Lakukan Penyekatan Pintu Masuk Perbatasan

Sejumlah pintu masuk di Kota Samarinda dijaga ketat petugas gabungan dari Satgas pengendalian Covid-19.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
POS PENYEKATAN-Salah satu pos penyekatan yang berdiri di perbatasan Kota Samarinda, Kaltim, Jalan HAM Rifadin, Selasa (6/7/2021) hari ini. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Sejumlah pintu masuk di Kota Samarinda dijaga ketat petugas gabungan dari Satgas pengendalian Covid-19.

Angka sebaran Covid-19 yang belum kunjung turun di Benua Etam membuat Kota Samarinda ikut mengantisipasi.

Polresta Samarinda sendiri menegaskan bahwa kembali mengaktifkan setelah keluar surat instruksi Walikota Samarinda nomor 01 tahun 2021, untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan menyekat pintu masuk Kota Samarinda.

Petugas yang ada dalam pos penyekatan sendiri TNI-Polri, Satpol-PP, BPBD, Dinkes, dan instansi terkait.

Baca juga: Pengetatan PPKM Mikro di Samarinda, Pemkot Gelar Penyekatan di Jalur Pintu Masuk Kota

"Kalau pengetatan ada empat titik dan teknis sama seperti sebelumnya. Identitas alamat dan cek tanda-tanda gestur tidak wajar di swab antigen. Kalau reaktif kita (minta) putar balik," tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto, Selasa (6/7/2021) sore hari ini dikonfirmasi.

Tidak hanya penyekatan dan pemeriksaan di perbatasan masuk. Giat operasi yustisi juga digencarkan.

Hal ini penting dilakukan melihat Kota Bontang, Balikpapan dan Berau yang terus mengalami trend peningkatan.

Jika terus dibiarkan tanpa antisipasi jalur-jalur masuk, maka potensi sebaran Covid-19 bisa terjadi.

Samarinda sendiri tidak termasuk dalam 43 Kota/Kabupaten se-Indonesia yang melaksanakan PPKM Mikro untuk diperketat (PPKM Darurat). 

Namun mencegah ledakan kasus Covid-19, hal ini juga perlu antisipasi.

"Karena yang jelas jangan sampai ada dari Kukar, Bontang, Balikpapan dan Berau yang masuk serta butuh perawatan di Samarinda. Kapasitas juga kan jadi tinggi, untuk Samarinda saja susah tercover padahal," ujar AKBP Eko Budiarto.

Penyekatan untuk masuk ke Kota Tepian sendiri dikatakan sudah di mulai sejak hari ini dan akan berlangsung selama dua pekan kedepan.

Antisipasi lonjakan juga secara khusus dilakukan pemeriksaan pada seseorang yang datang dari 3 Kabupaten/Kota yang dikatakan wajib melaksanakan PPKM Darurat.

"Sudah mulai hari ini. Sampai 20 juli nanti lihat perkembangan. Kalau peningkatan bisa dilanjut. Kalau bahasa peningkatan lihat dulu seperti kementerian kesehatan bilang, Samarinda kan tidak termasuk. Kita lakukan ini kan buat pengimbangan. Jangan sampai Berau, Bontang, dan Balikpapan kesini," tegas AKBP Eko Budiarto.

Baca juga: Viral Keluhan Dokter Tak Boleh Lewat Saat Penyekatan PPKM Darurat, Begini Reaksi Polisi & dr Tirta

Didalam kota sendiri pemberlakukan pada fasilitas umum untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 dengan pembatasan fasilitas umum, serta menggiatkan operasi yustisi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved