Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona di Malinau

UPDATE Virus Corona di Malinau, Suspek Covid-19 Bertambah hingga 7 Kasus Meninggal

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau kembali mendapatkan laporan semakin meningkatnya kasus Covid-19

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
PANDEMI CORONA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa dan Ketua DPRD Malinau, Ping Ding memberikan motivasi tenaga kesehatan sebelum mengantar ke Bandara Kol RA Bessing Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau kembali mendapatkan laporan semakin meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Bupati Malinau Wempi W Mawa mengantar keberangkatan Kepala Dinas Kesehatan P2KB beserta 7 tenaga kesehatan lainnya ke wilayah Apau Kayan, Kamis 8 Juli 2021.

Kadis Kesehatan dan tenaga kesehatan diberangkatkan ke wilayah perbatasan RI-Malaysia untuk penanganan pasien Covid-19 yang kini semakin meningkat.

"Hari ini Pak John (Kadis Kesehatan) dan Nakes lainnya diberangkatkan untuk membantu penanganan pasien di sana," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Bolehkah Vaksin Covid-19 Dosis 1 dan 2 Beda Merek, Begini Penjelasan Kepala Dinkes P2KB Malinau

Di Apau Kayan saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan.

"Karena sebagian juga terpapar Covid-19," ujarnya.

7 Kasus Meninggal

Sebelumnya, Kepala Adat Besar Apau Kayan Ibau Ala mendapatkan laporan tambahan warga yang dinyatakan positif hasil tes antigen.

Selain itu pihaknya juga mendapat kabar ada 7 tambahan kasus meninggal dunia dan 5 warga Kecamatan Kayan Hulu yang menjalani isolasi mandiri dikabarkan dalam kondisi kritis saat ini.

Selain tenaga kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau juga mengirimkan tambahan keperluan medis.

Seperti obat-obatan, alat pelindung diri, dan kebutuhan penanganan Covid-19 lainnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Malinau Belum Menjangkau Seluruh Pelayan Publik

Bukan hal yang mudah bagi tenaga kesehatan ketika ditugaskan di wilayah perbatasan RI-Malaysia yang notabenenya, keadaan serba terbatas.

Ditambah, keberangkatan tenaga medis ke wilayah Apau Kayan bukam tugas pelayanan kesehatan biasa.

Melainkan penanganan Covid-19 yang kini diperangi oleh seluruh daerah.

Tenaga kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat di perbatasan saat ini.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Direktur RSUD Malinau Sebut Stok Bed dan Tabung Oksigen Cukup

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved