Virus Corona di Penajam
UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 50 Kasus Baru Covid-19, Dua Meninggal Dunia
Penyebaran wabah Corona Virus Diseas 19 (Covid-19) dalam pekan ini mengalami peningkatan sangat pesat di Kabupaten Penajam Paser Utara.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Penyebaran wabah Corona Virus Diseas 19 (Covid-19) dalam pekan ini mengalami peningkatan sangat pesat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui data Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran Covid-19, per Selasa (13/7/2021) mencatat ada penambahan kasus positif sebanyak 50 kasus positif Covid-19.
Selain itu juga, pada hari aada dua kasus positif meninggal dunia.
Sementara kasus suspek Covid-19 bertambah sebanyak 58 kasus.
Baca juga: Kualitas Pendidikan di Penajam Paser Utara Menurun Sejak Pandemi Covid-19
Namun, kasus sembuh atau selesai isolasi mandiri (isoman) cukup rendah yakni hanya 8 kasus.
"Untuk hari ini penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 50 kasus, dan dua orang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan PPU sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Jansje Grace Makisurat, Selasa (13/7/2021).
Sementara itu jika dilihat secara keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara kumulatif mencapai angka 1821 kasus.
Di antaranya 32 kasus masih dalam perawatan kesembuhan di RSUD, 305 kasus menjalani isolasi mandiri (isoman).
Baca juga: Sekitar 20 Persen UMKM di Penajam Paser Utara Belum Dapat BLT Usaha Mikro
Sebanyak 72 kasus dinyatakan meninggal dunia dan 1412 kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Jumlah kasus aktif paling banyak didominasi di wilayah kecamatan Penajam sebanyak 193 kasus.
Disusul Kecamatan Sepaku 78 kasus, Kecamatan Waru 40 kasus dan Kecamatan Babulu 26 kasus.
Melihat kondisi kasus Covid-19 yang cukup signifikan, dr Grace berharap kepada masyarakat tetap melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Baca juga: Cara Belajar Siswa di Penajam Paser Utara Kala Pandemi Covid-19, Pakai Home Visit
Serta tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang berlebihan.
Prokes saja sebenarnya, sudah lah tidak usah kumpul-kumpul. Tidak usah beracara dulu.
Coba serentak di rumah saja selama seminggu.
"Saya rasa bisa turun ini (kasus Covid-19). Tapi kalau begini. Kita jadi India kedua," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/per-selasa-ppu.jpg)