Virus Corona di Kubar
Terkumpul Rp 60 Juta untuk Bocah Yatim Piatu Sebatang Kara akibat Covid-19 di Kutai Barat
Nilai itu memang tidak sebanding dengan derita Vino yang harus kehilangan kedua orang tuanya untuk selama-selamanya.
Penulis: Febriawan | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Bantuan dalam bentuk uang maupun barang terus mengalir kepada Vino bocah yatim piatu di Kutai Barat setelah kedua orang tuanya meninggal karena covid-19.
Bantuan berasal dari masyarakat, organisasi maupun pemerintah daerah dan instansi lainnya.
Menurut Paman Vino, Margono, sepengetahuannya bantuan yang terkumpul mencapai Rp 60 juta.
Itu belum termasuk yang dikirim ke rekening donasi yang dibuka karang taruna setempat.
Nilai itu memang tidak sebanding dengan derita Vino yang harus kehilangan kedua orang tuanya untuk selama-selamanya.
Namun paling tidak, bisa membantu untuk kelangsungan hidup dan masa depan Vino.
Baca juga: Nasib Bocah Yatim Piatu akibat Covid-19 di Kubar Rencananya Diasuh Nenek di Jawa Tengah
“Atas nama keluarga, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada para dermawan, donator dan juga seluruh masyarakat yang telah membantu anak kami, keponakan kami yang sekarang lagi berduka,” ucapnya, Jumat (23/7/2021).
Seperti diberitakan sebelumnya, Ibu kandung Vino, Lina Safitri (31) meninggal dunia pada Senin (19/7/2021) pagi lalu.
Dan ayahnya, Kino Raharjo (31), juga meninggal hanya selisih sehari, pada Selasa (20/7/2021).
Margono menceritakan, almarhum Lina saat itu sedang mengandung 5 bulan.
Sementara suaminya, selama berprofesi sebagai penjual pentol keliling di seputaran kampung Muara Asa Barong Tongkok.
Saat menjalani isolasi mandiri bertiga, kondisi kesehatan orang tua Vino memburuk.
Mereka pun dirujuk ke RS HIS, sebab, ibu Vino diketahui memiliki penyakit penyerta asma.
"Informasinya Lina ini ada penyakit asma, dan memang tidak banyak diketahui sebelumnya," ungkap Margono kepada TribunKaltim.co.
"Duluan Lina dirawat di rumah sakit dijemput petugas medis pada 14 Juli. Kemudian adik saya, Kino. Dalam perawatan, Lina meninggal 19 Juli, adik saya sehari kemudian 20 Juli. Pas hari raya Iduladha kemarin," sambungnya.