Jumat, 17 April 2026

Virus Corona di Berau

PHRI Berau Sebut Sejumlah Hotel dan Resto Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

PHRI Berau meminta pemerintah menentukan zona khusus terkait peraturan yang ditetapkan untuk pembatasan kegiatan pihaknya.

HO/DEDE ANUGRAH
Hotel di Berau tetap menerapkan protokol kesehatan sebelum menerima tamu di tengah Pandemi Covid-19. HO/DEDE ANUGRAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - PHRI Berau meminta pemerintah menentukan zona khusus terkait peraturan yang ditetapkan untuk pembatasan kegiatan pihaknya.

Ketua PHRI Berau, Yozzy mengakui jika status Level 4 terus diperpanjang tanpa batasan waktu, tentu saja akan sangat berpengaruh pada pihaknya.

Dia tidak berkomentar banyak terkait masalah hotel, tapi untuk restoran, dia mengakui pihaknya sudah kewalahan.

“Rugi sekali tentunya. Saya rasa keputusan yang diberikan pemerintah tidak seharusnya diberlakukan di 13 kecamatan,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (25/7/2021).

Yozzy menjelaskan, seharusnya Pemerintah memberikan aturan berbeda sesuai wilayah masing-masing, misalkan kondisi di daerah Kecamatan Tanjung Redeb, akan berbeda di kondisi Kecamatan Gunung Tabur.

Baca juga: Ruang Terbatas dan Kasus Covid Melonjak, Pemkab Berau akan Maksimalkan RSD Eks Hotel Cantika Swara

Begitu juga, jika hanya diperbolehkan untuk take away, Yozzy berharap tidak ada pembatasan waktu yang singkat.

Dia mengatakan, tutup di sekitar pukul 21.00 WITA, juga merugikan dan belum bisa memperoleh keuntungan.

“Biaya operasional untuk membuka per satu hari jadi lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang kami peroleh,” ungkapnya.

Menurut dia, Pemerintah masih terlalu abu-abu untuk memberikan batasan tertentu sebab di masing-masing kondisi berbeda sekali.

“Saya kira semua peraturan itu dipertimbangkan sesuai kondisi, daripada harus serentak dengan peraturan yang sama,” ucapnya.

Terpisah Sekretaris Harian PHRI Berau, Dede Anugrah yang juga General Manager di salah satu hotel di Berau menjelaskan kondisi hotel saat ini masih harus bekerja keras.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Masih Sangat Minim, Bupati Berau Sri Juniarsih Minta Stok Vaksin ke Pusat

“Iya, ada penurunan okupansi rata-rata hotel di Berau sebanyak 50 persen. Yang tidak bisa bertahan terpaksa masih ada yang tutup,” jelasnya.

Saat ini, diakui Dede, permintaan kamar memang cenderung ada, tetapi mereka yang menginginkan untuk isoman setelah perjalanan.

Tetapi bagi Dede, tidak semua hotel di Berau mampu menerima pasien isoman.

Sebab, tidak ada fasilitas pemerintah yang menjamin dan tidak mau mengambil risiko.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved