Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Dilema Belajar dari Rumah Para Pelajar Balikpapan, Lost Generation dan Lost Life

Dalam kesempatan talkshow virtual merayakan HAN, Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA
PENDIDIKAN - Tangkapan Layar talkshow virtual HAN Tribun Kaltim, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam kesempatan talkshow virtual merayakan HAN, Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan.

Adanya persoalan dilematis mengenai lost generation atau lost life dalam bidang pendidikan Indonesia selama pandemi Covid-19.

Beberapa kali pernah berdiskusi dengan KPAI dan psikolog, terkait dengan pilihan lost generation atau lost life.

Kalau memaksakan anak-anak belajar tatap muka, ini akan mengancam kesehatan dan keselamatan mereka.

Baca juga: Dalam Rangka Hari Anak Nasional, Bunda PAUD Kota Balikpapan Beri Hadiah Sepeda

Padahal tujuan negara adalah melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

"Jadi pilihan yang kita ambil beberapa waktu lalu adalah lost generation daripada lost life," ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengatakan jika saat ini KPAI, psikolog, pemerhati pendidikan dan pemerintah telah berusaha mengkombinasikan strategi agar keduanya bisa dihindari.

"Salah satu caranya adalah seperti tema yang akan kita bicarakan saat ini, yaitu bagaimana agar anak dapat belajar secara nyaman di rumah," kata Muhaimin.

Baca juga: Lanud Dhomber Balikpapan Gelar Serbuan Vaksinasi Tahap Kedua, Tetap Terapkan 5 M

Menurutnya, Ki Hajar Dewantara sudah sejak lama menggaungkan mengenai konsep setiap orang menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah.

Artinya, jauh sebelum menghadapi covid-19 dan melakukan pembelajaran secara daring, beliau sudah memiliki gambaran bahwa setiap kita akan menjadi guru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved