Breaking News:

Virus Corona

Efeknya Berbahaya, Inilah Makanan & Minuman yang Harus Dihindari Ketika Terpapar Positif Covid-19

Ternyata ada juga makanan yang harus dihindari bagi pasien, maupun masyarakat yang terpapar positif Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi tampak depan Unit Gawat Darurat (UGD) RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yang digunakan sementara menampung pasien Covid-19. Inilah Makanan & Minuman yang Harus Dihindari Ketika Terpapar Positif Covid-19 

Tubuh membutuhkan kalori sebagai energi untuk membantu melawan infeksi.

Sebenarnya tidak ada satu pun makanan yang dapat membantu meredakan gejala seperti flu.

Ada nutrisi tertentu, termasuk protein, vitamin A, C, D, dan E, serta zinc yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Banyak dari nutrisi ini mudah didapat dalam makanan Anda dengan makan makanan yang bervariasi.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kalimantan Timur, Sehari Hampir Capai 2 Ribu Kasus Covid-19

Smoothie yang dibuat dengan buah dan yogurt atau selai kacang dapat membantu Anda memasukkan kalori jika Anda tidak lapar.

Sup ayam terasa nikmat dan mungkin bermanfaat saat Anda mengalami infeksi saluran pernapasan.

Jahe dapat membantu meredakan mual, coba dengan teh atau tambahkan ke sup wortel.

Mencoba mendapatkan kalori sebanyak yang Anda bisa dan makan makanan yang membantu Anda merasa lebih baik mungkin akan menjadi lebih penting daripada khawatir tentang mendapatkan cukup zinc atau vitamin A.

Makanan yang perlu dihindari

Alkohol menyebabkan dehidrasi dan dapat menghambat sistem kekebalan tubuh.

Jadi jika Anda mulai merasa mual, jangan minum minuman keras dan gantikan dengan sesuatu yang menghidrasi.

Jika Anda memiliki gejala diare, Anda mungkin ingin membatasi makanan yang sulit dicerna seperti kubis, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna dan dapat mengganggu perut dan saluran pencernaan Anda.

Ganti dengan makanan yang mudah dicerna.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Terdeteksi di Kaltara, Jubir Satgas Covid-19 Anjurkan Pakai Masker 2 Lapis

Kerupuk dan makanan keras dan renyah lainnya, makanan pedas, dan apa pun yang sangat asam seperti lemon dan cuka dapat mengiritasi tenggorokan jika Anda mengalami sakit tenggorokan.

Anda mungkin bisa mentolerir makanan ini.

Sekali lagi, itu tergantung pada gejala Anda.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah penularan dengan mematuhi protokol kesehatan, termasuk membatasi kontak dekat dengan orang-orang di luar rumah, memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, dan mendisinfeksi permukaan benda di rumah.

8 Hal yang Boleh dan Tidak Saat Social Distancing

Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus pasien positif terinfeksi Virus Corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Hal ini bertujuan untuk meratakan kurva pandemi atau flattening the curve of the pandemic.

Dengan menerapkan social distancing atau jarak sosial, diharapkan jumlah orang terinfeksi tidak melonjak dalam waktu yang sama sehingga rumah sakit dapat melayani pasien dengan optimal dan sesuai dengan daya tampung yang ada.

Para orang tua di atas usia 50 tahun, terutama yang memiliki penyakit penyerta, lebih rentan terinfeksi Virus Corona sehingga sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah.

Penyakit penyerta yang dimaksud memiliki penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes.

Sedangkan para generasi muda diharapkan berhenti mengunjungi restoran, kafe, dan tempat ramai lainnya untuk sementara waktu agar dapat menahan proses penyebaran virus.

Lalu, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat social distancing? Berikut penjelasannya:

1. Jangan makan di tempat umum seperti restoran, kafe, dan lainnya

Selama masa social distancing, usahakan jangan makan di tempat umum.

Anda dapat menggunakan opsi drive-through, pick-up atau diantar langsung ke rumah.

Segera buang pembungkus makanan dan cuci tangan Anda sebelum memakan makanan pesanan Anda untuk mengantisipasi virus yang menempel pada permukaan benda.

Untungnya, Virus Corona hanya menyebar melalui pernapasan, tidak melalui sistem pencernaan.

Sehingga virus tidak menyebar melalui makanan.

2. Batasi jarak dengan orang lanjut usia

Berdasarkan penelitian, orang lanjut usia memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.

Sedangkan virus bisa jadi disebarkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala, khususnya anak kecil.

Oleh karena itu, jika Anda tidak memiliki keperluan yang sangat penting, hindari mengunjungi orang lanjut usia.

"Jangan kunjungi orang lanjut usia kecuali untuk keperluan yang sangat penting. Misal jika mereka membutuhkan makanan, membutuhkan bantuan di rumah, atau butuh pengobatan," ucap Sean Morrison, ahli geriatri di Mount Sinai Health System, New York, seperti dilansir dari Kompas.com.

Sebagai alternatif, pastikan mereka memiliki persediaan makanan dan suplemen yang cukup.

Tetap jaga komunikasi dengan mereka menggunakan fasilitas internet, seperti video-call, agar mereka tidak terlalu merasa terisolasi.

Kemudian, siapkan rencana untuk merawat orang lanjut usia jika mereka sakit, karena mereka berada pada risiko yang tinggi.

3. Jika harus menitipkan anak saat bekerja, pilih tempat penitipan anak yang tidak terlalu ramai

Sebagian orang tetap harus berangkat ke tempat kerja dan tidak mungkin untuk membawa anak mereka.

Jika ingin menitipkan anak di tempat penitipan, pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai.

Jangan titipkan anak Anda jika mereka sedang sakit.

Kemudian, pastikan tempat penitipan anak yang Anda pilih rajin membersihkan peralatan dan mainan yang mereka miliki, khususnya yang terbuat dari plastik.

Pasalnya, Virus Corona dapat hidup di permukaan plastik hingga 72 jam.

Dokter anak Andrea Tania Cruz dari Baylor College mengatakan para pengasuh yang mengganti popok anak berpotensi terkena virus.

Karena ada bukti yang menunjukkan orang yang terinfeksi dapat menumpahkan virus dalam kotoran mereka selama beberapa minggu setelah diagnosis.

"Kecuali jika anak bisa buang air besar sendiri, risikonya lebih kecil," ujar Cruz.

4. Sementara waktu, lebih baik anak bermain di rumah tanpa teman

Anak-anak rentan terkena virus, baik itu Covid-19 maupun virus musiman lainnya.

Jika mereka bermain bersama, risiko penyebaran virus menjadi lebih tinggi.

Apalagi rata-rata gejala Virus Corona baru muncul lima hari setelah terinfeksi, namun dalam periode waktu itu orang tetap bisa menularkan virusnya.

Dr Jenny Radesky, seorang dokter perkembangan perilaku anak di University of Michigan, menganjurkan untuk tidak membiarkan anak Anda bermain di rumah orang lain atau membiarkan anak orang lain bermain di rumah Anda.

"Mungkin ada waktu tertentu yang harus mempertemukan dua anak atau lebih, misal di penitipan anak atau keperluan khusus lainnya. Tapi jika memungkinkan, jaga anak Anda tetap berada di rumah," ujarnya.

Jika anak ingin bermain di luar, pastikan anak Anda menjaga jarak dengan anak lainnya sekitar dua meter karena virus dapat menular melalui sentuhan tangan.

Namun, tentunya hal tersebut akan sulit diterapkan pada anak.

Oleh karena itu, lebih baik hindari taman bermain dan tempat umum lainnya yang dapat menumpuk kuman.

5. Batasi jumlah kunjungan orang lain ke rumah Anda

Menurut anjuran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih baik untuk menghindari kunjungan sosial.

Namun, Morisson menambahkan, hal tersebut tergantung di mana tempat tinggal Anda.

Jika Anda berada di wilayah yang angka penularan virusnya masih kecil, Anda bisa untuk hanya mengurangi jumlah kunjungan orang lain ke rumah Anda, daripada benar-benar membatasinya.

Morisson juga menyarankan untuk membatasi hanya bertemu dengan satu teman dalam satu waktu.

6. Hindari untuk melakukan perjalanan wisata

CDC melarang orang-orang untuk melakukan perjalanan wisata.

Jika Anda berada di transportasi umum, seperti bus, kereta, atau pesawat, Anda akan kesulitan untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Meskipun Anda memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, tujuan utama dari social distancing adalah menjaga kuman yang ada pada diri Anda agar tidak menyebar ke orang lain untuk meratakan kurva pandemi.

Berarti, Anda harus meminimalisir kontak fisik dengan orang lain di luar lingkungan Anda.

7. Atur ulang jadwal kunjungan dokter Anda

Jika kunjungan Anda bukan kondisi darurat atau hanya kunjungan ke dokter gigi, lebih baik atur ulang jadwal kunjungan Anda sampai masa social distancing berakhir.

Selain untuk menjaga diri Anda, hal ini juga bertujuan untuk mengurangi keramaian orang di rumah sakit.

8. Kunjungi toko makanan bukan pada jam sibuk

Jika Anda ingin membeli persediaan makanan, usahakan untuk mengunjungi toko bukan pada jam sibuk yang kemungkinannya hanya akan ada sedikit orang.

Kemudian, jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah dari toko serta bersihkan peralatan yang akan Anda gunakan, seperti keranjang belanja.

Jangan lupa untuk menjaga jarak setidaknya dua meter dengan orang lain.

Setelah mengeluarkan makanan saat Anda sudah berada di rumah, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda.

Jika Anda merupakan orang lanjut usia yang lebih rentan terinfeksi, lebih baik minta tolong orang lain atau gunakan jasa antar untuk membeli persediaan makanan Anda. (*)

Berita Virus Corona

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved