Berita Nasional Terkini

Tolak Timor Leste Merdeka & Jadi Buron PBB, Sosok Ini Dipuji dan Dapat Penghargaan dari Prabowo

Eurico Guterres sosok yang dielu-elukan oleh warga Timor Timur pro Indonesia. Dia merupakan milisi pejuang penentang kemerdekaan Timor Leste

WEDA / AFP
Mantan pemimpin milisi Timor Leste, Eurico Guterres memperdebatkan kasusnya di hadapan hakim selama persidangan pembukaannya di Jakarta 02 Januari 2001. Guterres didakwa menghasut kegiatan kriminal terhadap negara selama penyerahan senjata di Timor Barat. Tapi, sosok ini dipuji dan dapat penghargaan dari Prabowo Subianto. 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia punya sejarah panjang dengan negara tetangga, Timor Leste.

Bahkan, sebelum Timor Leste merdeka, wilayah tersebut bernama Timor Timur yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia.

Indonesia sendiri bukan tanpa upaya untuk tetap mempertahankan Timor Leste sebagai bagian dari NKRI.

Namun, berbagai hal terjadi hingga akhirnya Timor Leste merdeka.

Dan, terdapat sosok yang cukup dikenal pada masa itu, yakni Eurico Guterres.

Baca juga: Alasan Cerdas BJ Habibie Biarkan Timor Leste Merdeka, Ada Kaitannya dengan Australia dan TNI

Eurico Guterres merupakan sosok yang dielu-elukan oleh warga Timor Timur yang pro Indonesia.

Dia merupakan milisi pejuang penentang kemerdekaan Timor Leste.

Mungkin nama Eurico Guterres, boleh jadi tidak setenar Ramos Horta atau Xanana Gusmao.

Hanya saja, bagi milisi yang menolak kemerdekaan Timor Leste dengan tetap Pro Indonesia, namanya tetap harum.

Eurico Guterres, adalah sosok orang Timor Leste yang dianggap berbahaya bagi PBB, namun tidak bagi Indonesia.

Baca juga: TERKUAK FAKTA Kenapa Timor Leste Memisahkan Diri dari Indonesia, Ada Kisah Sedih Usai 18 Tahun Pisah

Dia adalah seorang milisi yang berjuang untuk Indonesia, meski terkenal sangat kejam.

Menurut Irish Times, seperti dilansir dari Intisari Online, Eurico Guterres menentang pemungutan suara kemerdekaan di Timor Leste pada tahun 1999.

Mantan pemimpin milisi Eurico Guterres, mengenakan ikat kepala dengan warna bendera nasional Indonesia, memberikan tanda OK kepada sejumlah wartawan yang menunggu untuk melihatnya sekilas saat berada di rumah perlindungan saksi di Jakarta 23 Oktober 2000. Pengadilan Jakarta memutuskan bahwa polisi telah secara ilegal menangkap pemimpin milisi yang ditakuti tanpa menunjukkan surat perintah dan memerintahkan pembebasannya.
Mantan pemimpin milisi Eurico Guterres, mengenakan ikat kepala dengan warna bendera nasional Indonesia, memberikan tanda OK kepada sejumlah wartawan yang menunggu untuk melihatnya sekilas saat berada di rumah perlindungan saksi di Jakarta 23 Oktober 2000. Pengadilan Jakarta memutuskan bahwa polisi telah secara ilegal menangkap pemimpin milisi yang ditakuti tanpa menunjukkan surat perintah dan memerintahkan pembebasannya. (AFP / Oka BUDHI)

Kemudian dia juga membunuh tiga pekerja bantuan dalam serangan massa di kantor komisaris tinggi PBB untuk pengungsian (UNHCR) di kota Atambua, perbatasan Timor Barat.

Pembunuhan tersebut memicu kecaman internasional terhadap Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved