Berita Viral
Anak Anggota DPRD Samarinda Acungkan Jari Tengah Cafenya Kena Razia PPKM, Ayah Salahkan Satpol PP
Anaknya acungkan jari tengah saat cafe dirazia Satgas Covid-19, anggota DPRD ini salahkan Satpol PP
TRIBUNKALTIM.CO - Abdul Rofik, Anggota DPRD Samarinda menyalahkan Satpol PP saat merazia cafe milik anaknya.
Diketahui, Satgas Covid-19 yang di dalamnya termasuk Satpol PP menggelar penertiban di masa PPKM level 4.
Peristiwa ini menjadi viral setelah anak Abdul Rofik, yang merupakan pemilik cafe, tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada petugas razia.
Abdul Rofik yang merupakan politikus PKS tersebut akhirnya angkat suara memberi klarifikasi.
Abdul Rofik justru menilai apa yang dilakukan petugas gabungan di masa PPKM Darurat tersebut justru berlebihan.
Sebagai latar, tim gabungan yang terdiri dari TNI - Polri, Satpol PP, dan BPBD Samarinda, serta Kelurahan dan Kecamatan, tengah melakukan operasi Yustisi, Selasa (27/7/2021) tadi malam.
Baca juga: Video Klip PPKM Masuk Trending YouTube, Intip Perjalanan Selfi LIDA Syuting MV di Derawan, Berau
Operasi ini bertujuan menghimbau protokol kesehatan disaat PPKM level 4 atau darurat, sesuai intruksi dari Walikota Samarinda Andi Harun.
Saat patroli, petugas gabungan diduga mendapatkan respon tak sepantasnya oleh salah seorang pemilik cafe, di kawasan Voorvo, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Respon tak sepantasnya itu berupa petugas mendapat acungan jari tengah.
Aksi tak terpuji itu pun tertangkap oleh kamera petugas pada waktu malam itu.
Setelah ditelusuri ternyata pemilik cafe yang acungkan jari tengah tersebut, yakni anak dari Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rafik.
Merespon kejadian tersebut, Abdul Rofik menuturkan seharusnya Satpol PP itu bertindak persuasif, tidak masuk atau datang secara berkerumunan seperti itu.
Karena, katanya PPKM level 4 itu ada sedikit kelonggaran bagi cafe-cafe pemula.
Apalagi mereka juga masih mahasiswa.
Abdul Rofik juga menyinggunng visi-misi Walikota Samarinda yang menargetkan membentuk 10 ribu UMKM.