Ibu Kota Negara
IKN Kaltim Dipastikan Tak Ada Permukiman Penduduk, Gubernur Ungkap di Lokasi Mana Bisa Bangun Rumah
Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa di lokasi ibu kota negara (IKN) baru nantinya tidak ada permukiman penduduk.
Terutama, bagi semua provinsi di Kalimantan dan provinsi tetangga, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo bahkan hingga Sulawesi Utara.
"Pemindahan ibu kota negara ini sudah sangat lama dipikirkan oleh Presiden Soekarno, sekitar tahun 60an. Presiden Soeharto juga berencana memindahkan ibu kota negara. Presiden SBY juga, dan sekarang Presiden Jokowi. Sejak 2015 Pak Jokowi bahkan sudah melakukan kajian, dan Kaltim akhirnya yang dipilih," ungkap Isran.
"Ibu kota negara ini milik bangsa Indonesia. Bukan hanya Kaltim. Manfaat ibu kota negara juga akan dirasakan oleh provinsi lain di Indonesia," yakin Isran dalam acara yang dipandu Herdina Suherdi dalam tema "Kesiapan Kaltim Menerapkan PPKM dan Ibu Kota Baru".
Bagi Kaltim sendiri, pemindahan IKN akan berdampak sangat positif.
Jika saat ini Kaltim masih mengalami kontraksi pertumbuhan minus hingga 2%, maka dengan IKN pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi akan naik hingga 7%.
"Dalam hitung-hitungan kami kalau IKN ini jadi dibangun dengan dana pemerintah, swasta dan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen untuk lokal," kata Gubernur Isran di Studio 4 TVRI di Jakarta.
Bukan hanya Kaltim dan Kalimantan yang akan mengalami peningkatan hingga 7%, pembangunan IKN disebutkan Gubernur Isran Noor juga akan berimplikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional antara 3% hingga 4%.
Pertumbuhan ekonomi 7% itu lanjut Isran, jelas akan sangat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan 3,7 juta penduduk Kaltim.
Pertumbuhan itu akan disebabkan oleh investasi negara dalam pembangunan infrastruktur baik berupa bangunan perkantoran, waduk, jembatan maupun jalan dari investasi negara.
Termasuk pula akan mendorong mobilisasi barang dan jasa ke Kaltim.
Isran menegaskan, Kaltim akan mengikuti semua perencanaan pusat terkait kelanjutan dari rencana pemindahan ibu kota negara tersebut.
"Prinsipnya, kami sami'na wa atho'na," tukasnya.
Siapkan transportasi berteknologi tinggi
Pemerintah tengah menyiapkan mode transportasi yang akan digunakan di ibu kota negara baru (IKN).
Rencananya moda transportasi di IKN akan menggunakan teknologi tinggi.