Ibu Kota Negara
IKN Kaltim Dipastikan Tak Ada Permukiman Penduduk, Gubernur Ungkap di Lokasi Mana Bisa Bangun Rumah
Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa di lokasi ibu kota negara (IKN) baru nantinya tidak ada permukiman penduduk.
TRIBUNKALTIM.CO – Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa di lokasi ibu kota negara (IKN) baru nantinya tidak ada permukiman penduduk.
Mengutip kaltimprov.go.id di artikel berjudul OPTIMIS, PANDEMI TAK GANGGU RENCANA IKN yang dilansir awal Juli 2021 lalu, Isran Noor mengatakan bahwa Konsep ibu kota negara baru nanti adalah forest city dan green city.
Nantinya, akan ada bangunan Istana Negara dan perkantoran pemerintahan yang dikelilingi hutan lestari.
Menurut Gubernur, ibu kota baru nanti, bukan hanya akan menjadi ibu kota bagi Indonesia, tapi juga ibu kota dunia.
Baca juga: INFO TERBARU IKN di Kaltim, Jokowi Mau Balikpapan - Penajam Hanya 30 Menit, Bangun Jalan Tol Lagi?
“Di lokasi calon ibu kota ini tidak ada pemukiman penduduk. Kecuali di jalur-jalur menuju ibu kota. Kita bisa bayangkan bagaimana ibu kota negara kita nanti ada di tengah-tengah hutan Kaltim yang akan terus kita lestarikan,” tutup Isran.
Sebagai informasi, sumber pembiayaan ibu kota negara baru yang dilansir Kementerian Keuangan pada 2019 lalu yaitu Rp89,4 triliun (19,2%) melalui APBN, Rp253,4 triliun (54,4%) melalui KPBU serta Rp123,2 triliun (26,4%) dari pendanaan swasta.

Optimistis Pandemi Covid-19 Tak Mengganggu Rencana IKN
Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia termasuk juga Indonesia membuat banyak pihak pesimis rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim bisa diwujudkan.
Namun tidak demikian dengan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor.
Orang nomor satu di pemerintahan Kaltim itu mengajak masyarakat optimis dan berpikir positif, pemindahan IKN akan tetap dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Jadi Moderator Konvensi Kampus XVII, Rektor Uniba Isradi Zainal Singgung soal IKN
“Pasti ada hikmah yang kita tidak tahu di balik ujian ini. Pasti ada sesuatu. Kalau kita terima dengan ikhlas dan sabar, Allah akan berikan manfaat yang lebih besar, daripada kita kecewa. Jadi jalani saja, tidak terlalu panik, tetap waspada, tetap bekerja untuk mencapai apa yang kita harapkan," seru Isran dalam Dialog TVRI “Indonesia Bicara”, Sabtu malam lalu.
Pada prinsipnya kata Isran, pemerintah provinsi adalah sub obdinat dari pemerintah pusat. “Jadi kita sami’na wa atho’na, mendengar, taat dan ikuti,” tegas Isran Noor.

Pemindahan ibu kota negara menurutnya akan memberikan banyak keuntungan bagi bangsa Indonesia.
Selain untuk keseimbangan pembangunan Jawa dan luar Jawa, secara geografis, jika jadi dipindah ke Kaltim maka ibu kota negara akan berada tepat di tengah-tengah republik ini.
Gubernur Isran Noor juga menegaskan bahwa pemindahan ibu kota negara bukan hanya akan berdampak baik bagi Kaltim, tetapi juga bagi Indonesia.
Baca juga: Konsep Transportasi di Ibu Kota Negara Baru Gunakan Autonomous, Ada Rel Kereta Hingga Bontang