Ibu Kota Negara
IKN Kaltim Dipastikan Tak Ada Permukiman Penduduk, Gubernur Ungkap di Lokasi Mana Bisa Bangun Rumah
Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa di lokasi ibu kota negara (IKN) baru nantinya tidak ada permukiman penduduk.
Selain itu wilayah-wilayah sekitar IKN, misalnya Balikpapan, Penajam, Samarinda dan Bontang juga akan dikembangkan terutama dari sisi infrastruktur transportasi.
Bahkan bakal ada rel kereta api dari IKN hingga ke Bontang
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, penerapan teknologi untuk membuat sistem transportasi cerdas di ibu kota negara (IKN) baru menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya.
Baca juga: Jangan Kaget, dari Balikpapan ke Penajam Hanya 30 Menit, Arahan Jokowi Saat Ibu Kota Negara Jadi
Pemerintah memang berencana membangun moda transportasi berteknologi tinggi dan ramah lingkungan pada ibu kota negara baru yang berlokasi di Kalimantan Timur.
“Artinya, peluang untuk memberikan masukan-masukan, dan sekaligus tantangan akan adanya teknologi, ilmu pengetahuan, lahan bisnis, serta lapangan pekerjaan baru," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/5/2021). sebagaimana dilansir dari Kompas.com
Ia menjelaskan, moda transportasi yang akan beroperasi di ibu kota negara baru antara lain kendaraan listrik berbasis baterai dan kendaraan autonomous atau tanpa pengemudi.
Selain itu, akan dibangun angkutan umum autonomous, baik untuk angkutan bus maupun kereta api dengan jenis kereta Electric Multiple Unit (EMU) berkemampuan semi cepat.
"Transportasi yang cerdas dan berbasis digital menjadi pilihan, seperti kendaraan listrik yang memang sudah kita mulai, tetapi di ibu kota baru akan lebih komprehensif lagi," imbuh Budi.
Sementara, pada sektor transportasi laut juga direncanakan penggunaan kapal autonomous untuk kapal penumpang maupun barang, serta konsep pelabuhan cerdas atau smart port dan traffic separation service.
Sedangkan untuk pengembangan bandara di ibu kota negara baru akan mengusung konsep aerotropolis yang cerdas, terintegrasi, dan memperhatikan etika lingkungan.
“Dalam membangun ibu kota baru, kita harus selalu konsisten untuk melakukan refomasi baik budaya, teknologi, termasuk reformasi di bidang transportasi," kata Budi Karya.
Menurut dia, pengoperasian kendaraan listrik di ibu kota negara baru sejalan dengan agenda Presiden Joko Widodo untuk percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, seperti yang tertuang dalam Rencana Induk Energi Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Penyelenggaraan Kendaraan Listrik Berbaterai.
Saat ini, pemerintah tengah memperkuat konektivitas di wilayah sekitar ibu kota negara baru.
Beberapa infrastruktur transportasi yang sedang dibangun atau dikembangkan yaitu peningkatan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, Bandara APT Pranoto Samarinda, dan pembangunan Bandara Khusus VVIP dan Militer.