Selasa, 21 April 2026

Virus Corona

KENALI Gejala dan Risiko Virus Corona Baru Varian Delta Plus yang Sudah Masuk ke Indonesia

Kenali gejala dan risiko varian baru Covid-19 Delta Plus yang sudah masuk ke Indonesia.

Freepik
Ilustrasi virus Corona. Kenali gejala dan risiko varian baru Covid-19 Delta Plus yang sudah masuk ke Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Virus corona terus bermutasi seiring berjalannya waktu.

Beberapa varian baru muncul, bahkan di antaranya dilaporkan telah masuk ke Indonesia.

Terbaru adalah varian Delta Plus (B.1.617.2.1 atau AY.1).

Kenali gejala dan risiko varian baru Covid-19 Delta Plus yang sudah masuk ke Indonesia.

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Pengamat Bocorkan Tidak Kompaknya Kabinet Jokowi Tangani Covid-19, Singgung Hubungan Presiden & PDIP

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengonfirmasi, turunan dari virus corona varian Delta Plus yang memiliki tingkat penularan yang tinggi itu terdeteksi di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat.

"Iya. Kami temukan varian Delta Plus di Jambi dan Mamuju," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, Rabu (28/7/2021).

Oleh sebab itu, sebagai upaya antisipasinya, mari kenali seperti apa virus corona varian Delta Plus beserta gejala dan risiko yang ditimbulkan pada orang yang terpapar.

Varian Delta Plus

Dalam laporan National Geographic, Jumat (2/7/2021), para ilmuan menyebut virus corona varian Delat Plus tak begitu jauh berbeda dengan varian Delta.

Vaksin Covid-19 yang ada saat ini pun sejatinya terbilang cukup efektif untuk melawan varian Delta, tentu termasuk mutasi turunannya, tetapi hanya jika vaksinasi telah dilakukan sepenuhnya.

Varian Delta Plus memiliki mutasi protein lonjakan yang disebut K417N, yakni protein yang memungkinkannya menginfeksi sel-sel sehat.

Baca juga: TERUNGKAP Alasan Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi dan Singgung Isu Pemindahan IKN

Pada April lalu, kasus pertama varian Delta Plus ditemukan di India hingga dengan cepat menginfeksi sekitar 40 orang di negara bagian Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh.

Kemudian, pada 16 Juni 2021, setidaknya ada 197 kasus varian Delta Plus yang secara global telah ditemukan di 11 negara.

Mulai dari Inggris (36 kasus), Kanada (1), India (8), Jepang (15), Nepal (3), Polandia (9), Portugal (22), Rusia (1), Swiss (18), Turki (1), dan Amerika Serikat (83).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved